pemkab lingga

HEADLINE

13 Tahun Vakum, Pemuda Kampung Tanda Hilir Munculkan Karya Terbaik Hiasi Gerbang Malam 7 Likuran

Minggu | 02 Juni 2019 | 1:37

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Sejak hilang selama 13 tahun, akhirnya para pemuda Kampung Tanda Hilir Kembali munculkan karya terbaik untuk menghiasi pintu gerbang malam 27 Ramadhan yang lebih dikenal dengan 7 Likuran di Bunda Tanah Melayu Kelurahan Daik Kecamatan Lingga.

Mulai dari lampu teplok dari sisi jalanan kampung, hingga bentuk bangunan yang menyerupai ornamen masjid serta dilengkapi karya seni lukis kaligrafi. Lingga yang dikenal dengan Bunda Tanah Melayu membuat para pemuda tidak meninggalkan seni lukis diantaranya, batik Melayu, bunga teratai yang berada ditapak kiri dan kanan bangunan.

Tidak itu saja para pemuda juga menyediakan spot bagi pecinta fhoto dengan latar belakang gunung Daik bertuliskan selamat idul Fitri.

Ketua Panitia Syabran Malisi mengatakan kurang lebih 13 tahun sejak tahun 2006 lalu, Kampung ini tidak pernah membuat pintu gerbang untuk menghiasi 7 likuran, alias vakum. Ada sesuatu yang berasa kurang selama ini. satu diantaranya, sunyinya kampung.

“Saat itu usia saya masih belasan tahun ketika datangnya Ramadhan suasana 7 likuran sangat terasa dengan kemeriahan lampu. Untuk itu mencoba mengulang kembali mengajak para sahabat pemuda memulai kembali, mengenalkan tradisi yang hampir dilupakan, ” ujarnya.

Suasana berbuka bersama di pintu gerbang Tande Hilir

Lebih jauh katanya, terimakasih kepada para sahabat yang telah memberikan kontribusi karya terbaiknya, melahirkan suatu semangat gotong royong, dari yang sulit hingga menjadi mudah. Serta peran Pemerintah Daerah yakni Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga yang selalu mensupport.

Turut hadir di acara berbuka bersama, Kepala Dinas Kebudayaan M Ishak, Kabid Nilai Adat, Tradisi, Nilai Budaya dan Kesenian, Ketua MPC Pemuda Pancasila said Hendrik serta toko masyarakat

Sementara itu ditempat yang sama kepala Dinas Kebudayaan M.Ishak mengatakan, terpenting dalam momentum Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan penuh ampunan selalu menjaga hubungan ketaatan kepada Allah SWT, dan tetap mempererat tali silaturahmi diantara sesama.

” Kegiatan ini terus akan ditingkatkan, ini merupakan suatu kegiatan positif dimana masyarakat, pemuda dan orang tua,bisa berkumpul bersama, dan berbuka puasa bersama,” ucapnya

Apalagi sudah 13 tahun tidak pernah membuat gerbang sebagaimana telah diwariskan oleh orang terdahulu, dengan adanya gagasan ini, para pemuda akan termotivasi kembali.

Dinas kebudayaan akan selalu mensupport, terlebih daerah yang sudah lama tidak aktif lagi diantaranya, kampung mentok, kp Bugis dan lainnya. (bran)

Editor :