NEWS

Warga Cuci Baju Pakai Air Menghijau

Selasa | 12 September 2017 | 15:07

MEDIAKEPRI.CO.ID, Serang – Tiga desa di Kecamatan Tirtaya, Kabupaten Serang, mengalami kekeringan. Mereka terpaksa memakai air kotor yang menghijau. Padahal mereka berjarak cuma 100 km dari Jakarta.

Warga Serang, khususnya Kecamatan Tirtayasa, terpaksa menggunakan air kotor untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka terpaksa menggunakan air yang sudah menghijau dan penuh sampah karena kekurangan pasokan air bersih akibat kekeringan.

Di tiga desa, yakni Sujung, Sampawardi, dan Desa Tirtayasa, yang dekat dengan aliran Sungai Ciujung, banyak warga memanfaatkan sisa air kotor untuk mencuci piring atau baju. Warga terpaksa menggunakan air tersebut karena sampai hari ini belum ada bantuan air bersih. Aliran irigasi Ciujung tersebut, oleh warga Tirtayasa, dikenal sebagai Kali Sultan.

Nurjanah, warga Desa Sujung, Kecamatan Tirtayasa, misalnya, menggunakan air di saluran tersebut karena terpaksa. Selain karena ketersediaan air bersih yang kurang, warga memang jarang memiliki sumur-sumur untuk kebutuhan air bersih.

Nyuci pakaian, nyuci piring di kali. Kalau banjir mah nggak begini (kotor),” kata Nurjanah saat ditemui wartawan di Tirtayasa, Serang, Selasa (12/9/2017).

Untuk kebutuhan lain, seperti mandi dan untuk minum, warga di desa itu, menurut Nurjanah, setiap hari membeli air galon. Air bersih galon, menurutnya, dibeli dari pemasok seharga Rp 4.000. Selain itu, ada warga yang memanfaatkan air di masjid-masjid sekitar desa.

Wanah, warga Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa, juga menggunakan air kotor untuk kebutuhan mencuci pakaian. Menurutnya, sudah menjadi kebiasaan warga menggunakan saluran irigasi dari Sungai Ciujung untuk kebutuhan sehari-hari. Meskipun air berubah warna dan penuh sampah, warga tidak memiliki pilihan karena tidak memiliki biaya untuk membeli air bersih.

“Kalau punya uang mah beli. Mandi mah cari di kebun-kebun kalau sekarang, yang ada lubang sumurnya,” ujarnya.

Namun, meski ada sumur, karena sedang kekeringan, tetap saja warga kesulitan. Apalagi air di daerah Tirtayasa, menurutnya, tidak bening.

Sampai hari ini, menurut Wanah, warga di Desa Tirtayasa belum mendapatkan pasokan bantuan air bersih. Warga sendiri berharap ada bantuan dari pemerintah untuk pasokan air bersih buat kebutuhan sehari-hari.(***)

Editor :