BATAM

Kenaikan TDL Bright PLN Batam, Bukti Gubernur Tidak Dipihak Masyarakat

Senin | 18 September 2017 | 15:53

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam Centre – Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) Bright PLN Batam, yang disetujui Gubernur Kepri, Nurdin Basirun melahirkan perlawanan-perlawanan dari masyarakat. Salah satu elemen masyarakat yang merasa sangat kecewa itu adalah Pelopor Pergerakan dan Pewarta Publik Wajah Bangsa (P4WB) yang merupakan bagian dari Aliansi Masyarakat Perduli Listrik (AMPLI).

Ketua Umum P4WB, Akhiruddinsyah P, yang akrab disapa Putra ini mengaku prihatin dan sangat kecewa dengan kebijakan Gubernur Kepri yang menaikkan kembali TDL Bright PLN Batam sebesar 15 persen. Padahal, sudah berbulan-bulan masyarakat melakukan perlawanan terhadap kenaikan ini. Bukan tanpa alasan, penolakan ini dikarenakan kondisi terhadap kemampuan mayoritas masyrakat Batam yang tidak mampu. Dimana tingginya beban ekonomi masyarakat sangat berat menerima kenaikan listrik yang begitu fantastik.

Penentangan atas kebijakan Gubernur ini tidak lahir dan muncul begitu saja. Ada akumulasi kekecewaan yang mencederai kesepakatan beberapa bulan yang lalu. Dimana, Sebelumnya, sekitar empat bulan lalu, ada kesepakatan bahwa kenaikan TDL ini hanya sebesar 15 persen hingga akhir Desember 2017. Bahkan kesepakatan ini tertuang dalam juknis kenaikan tarif listrik.

Dalam pertemuan itu sendiri, tidak tanggung-tanggung yang menghadirinya. Gubernur Kepri, diwakili Kadis SDM Pemprov Kepri, Amzon bersama masyarakat Kota Batam yang dihadiri Walikota, Wakil Walikota, AMPLI, FKTW, LPM. Dan anngota DPR RI dapil Kepri, Nyat Kadir hadir dalam acara sakral di Hotel PIH tersebut.

Tapi, September 2017, Gubernur melakukan kenaikan lagi. Hal ini terjadi, hanya karena adanya bentuk protes dari Bright Batam dengan cara melakukan pemadaman bergilir. Jadi kebijakan Gubernur yang mendukung untuk melakukan kenaikan sebesar 15 persen hingga total kenaikan sampai September 2017 ini mencapai 30 persen, tidak berpihak ke masyarakat.

“Kalaulah gubernur serius ada dipihak masyarakat, harusnya dari bulan April yang lalu, gubernur sudah membentuk tim independen untuk melakukan investigasi mengenai kebenarannya, apakah Bright PLN Batam benar mengalami kerugian?,” ujar Putra kepada mediakepri.co.id, Senin, 18 September 2017. (eddy supriatna)

Editor :