PARIWISATA

Kunjungan Wisatawan ke Taman Nasional Komodo Terus Meningkat

Jumat | 29 September 2017 | 13:39

MEDIAKEPRI.CO.ID, Labuan Bajo – Balai Taman Nasional (TN) Komodo mengklaim tingkat kunjungan wisatawan di pulau tempat hidup habitat reptil raksasa Komodo (varanus komodoensis) terus saja meningkat.

“Bahkan dari tingkat kunjungan itulah bisa memberi dampak pemasukan keuangan yang cukup signifikan melampaui target yang ditetapkan balai taman nasional. Karena itulah kami belum bisa pastikan pengaruh sampah untuk tingkat kunjungan wisatawan di taman nasional itu,” kata Kepala Balai Taman Nasional Komodo Sudiyono, kepada Antara di Labuan Bajo, Jumat 29 Septembern2017.

Menurut Sudiyono, hingga Agustus 2017, tingkat kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo mencapai angka 60.000-70.000 wisatawan.

Dari jumlah itu, pemasukan uang untuk mengisi pundi-pundi balai yang diberikan kewenangan mengurus pulau komodo itu berjumlah Rp19 miliar lebih. Jumlah ini sangat fantastis dan telah melampaui target tahunan yang ditetapkan oleh balai, sebesar Rp15 miliar setiap tahunnya.

Jumlah ini lanjut dia, akan terus meningkat seiring dengan makin tingginya informasi dan geliat penataan di Pulau Komodo dan kawasan sekitarnya oleh banyak pihak.

Untuk 2016 silam, lanjut dia, capaian pemasukan dari wisatawan ke Pulau Komodo yang masuk dalam kawasan TNK berjumlah Rp 22 miliar. “Jumlah itu dari total jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 90 ribu wisatawan,” katanya.

Memang lanjutnya, meskipun belum ada pengeluhan bahkan belum terjadi dampak langsung buangan sampah di Labuan Bajo terhadap kunjungan wisatawan, namun yang pasti aksi prefentif terus dilakukan.

Kerja sama dengan pemerintah dan WWF Indonesia di Labuan Bajo untuk menggaggas terbitnya peraturan daerah pengelolaan sampah sudah dilakukan. “Kami sedang menanti pelaksanaan peraturan daerah itu yang tentunya harus didahului oleh pengesahannya oleh pak bupati,” katanya.

Dari catatan Balai TNK, produksi sampah yang dihasilkan warga dan rumah tangga masyarakat di Labuan Bajo setiap harinya mencapai 12 meter kubik.

Tentunya sampah dengan segala jenisnya itu harus bisa dikelola untuk kepentingan pemanfaatn sekaligus membangun kepedulian masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem dan sumber daya pesisir dan laut serta biota di bawah air.

Ia mengaku, secara internal, Balai TNK terus melakukan pengelolaan sampah kiriman yang diproduksi warga dan rumah tangga di Labuan Bajo yang mampir ke Pulau Komodo dan perairan sekitarnya. “Kami pungut sampahnya di kawasan pulau komodo, lalu kami pisahkan. Kemudian kami kelola khususnya untuk sampah jenis plastik,” katanya dikutip Antara.

Sumber : Galamedia

Editor :