Selasa | 15 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Ingin Lihat Kera Ekor Panjang?, Datang ke Lokasi Wisata Ini

Sabtu | 30 September 2017 | 10:57

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sukabumi – Kawasan Hutan Sukawayana yang berada pesisir Pantai Selatan Palabuhanratu teryata masih menyimpan keindahan. Kawasan yang masuk areal Cagar Alam (Natuurmonument), tidak hanya masih terdapat hutan seluas 32,38 Ha. Tapi kawasan tidak jauh dari pemukiman dan obyek wisata yang berada Kawasan Konservasi lingkup BBKSDA itu, menyimpan potensi flora dan fauna perlu memperoleh perhatian pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi.

Apalagi kawasan yang berada di Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak dan Desa Citepus Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, terdapat dua jenis kera yang perlu dilindungi. Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan Lutung (Trachipythecus auratus), kerap turun hutan dan mendatangi pemukiman warga.

Kendati tidak menganggu para wisatawan, tapi keberadaan kera-kera yang berada di area hutan terletak di pantai teluk Palabuhanratu Samudera Hindia dapat mudah terlihat di areal parkir dan halaman.

Kera berekor panjang diharapkan dapat mendorong wisatawan lebih meningkat seiring kawasan Palabuharatu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuanratu (GNCP).

“Selain keindahan alamnya, keberadaan kera menjadi daya tarik wisatawan. Binatang-binatang tersebut hampir setiap hari berada diarela parkir yang berada tidak jauh dari areal hutan Sukawayana,” kata General Manager Grand Inna Samudera Beach Hotel ( SBH), Dharmawel Chaniago.

Dharmawel Chaniago mengatakan mendukung pesisir pantai selatan Palabuharatu menjadi bagia destiminasi wisata dunia. Tidak hanya warga yang berada di titik lokasi GNCP, tapi para pelaku usaha melakukan pembenahan. Bahkan melakukan perbaikan fasilitas untuk menunjang wisatawan saat berkunjung ke kawasan GNCP.

“Hanya saja, kami masih terkenala dengan kemacetan di sejumlah ruas jalan Sukabumi Utara. Kemacetan serung dikeluhkan para wisatawan saat akan mengunjungi obyek wisata di Palabuhanratu,” katanya.

Dharmawel Chaniago mengatakan para pelaku usaha sangat optimis pengembangan wisata akan terus merangkak membaik. Apalagi rencana pemerintah untuk mengembangkan berbagai infrastruktur Termasuk pembangunan jalan tol Bogor- Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan Sukabumi-Padalarang.

“Begitupun dengan rencana pengembangan kereta api dua jalur dari Bogor ke Sukabumi, hingga pembangunan bandara Sukabumi diharapkan dapat memudahkan akses arus wisatawan lokan dan mancagera. Pengembangan potensi kawasan Pelabuhan Ratu yang memiliki berbagai objek wisata yang sangat menarik,” katanya.

Dharmawel Chaniago mengatakan obyek wisata yang layak kunjungi seluruhnya berada dikawasan Geopark Ciletuh. Destinasi wisata berbasis konservasi lingkungan dan berkelanjutan seluas 168 ribu hektar itu, tidak hanya kawasan berenang yang berada Karang Hawu. Tapi terdapat pemandian air panas Cisolok.

“Bahkan surfing di pantai Cimaja, gua Lalay yang dihuni jutaan kelelawar, Dermaga Pelabuhan Ratu dengan Pasar Ikan-nya atau melakukan diving di Karang Antuk dan Batu Kuok menjadi bagian daya tarik tersendiri,” katanya.(***)

Editor :