Kamis | 19 September 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Kemenristekdikti Temukan Jual Beli Doktor Di UNJ

Kamis | 21 September 2017 | 23:00

MEDIAKEPRI.CO.ID,Jakarta -Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi menemukan plagiasi disertasi pada program pasca sarjana di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Menurut Ketua Tim EKA Supriadi Rustad, temuan tim yang mengevaluasi kinerja UNJ sulit dibantah. Laporan yang telah disampaikan kepada Menristekdikti M Nasir pada Mei lalu telah mengonfirmasi segenap kecurigaan terkait penyelenggaraan program doktor di UNJ. Dia mengatakan, pemicu kecurigaan adalah ujian promosi doktoral Nur Alam yang merupakan gubernur Sulawesi Tenggara.

“Padahal yang bersangkutan berstatus tersangka KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi,” kata Supriadi kepada wartawan di Jakarta kamis, 21 September 2017

Bermodalkan perintah menteri, Tim EKA mendatangi UNJ untuk mengecek prosedur program doktor. Alhasil, temuan yang didapat yakni terjadi prosedur perkuliahan yang amburadul serta kelonggaran ujian disertasi.

“Misalnya untuk perkuliahan, para pejabat dari Sultra yang menjadi mahasiswa doktoral dapat dipadatkan perkuliahannya, serta ada banyak kejanggalan proses perkuliahan. Tidak mungkin seorang mahasiswa dapat dengan mudah menyusun disertasi dalam waktu dua tahun saja, sedangkan untuk kuliah mereka terlalu sibuk,” beber Supriadi.

Temuan itu pun menyingkap isi disertasi yang dibuat para pejabat Sultra. Sehingga, tim menemukan sedikitnya lima disertasi yang positif plagiat.

“Tapi kami menyimpulkan kalau plagiasi itu hanya teruntuk kasus khusus, semisal dalam satu masa akademik hanya satu kasus tapi ini bahkan sampai lima disertasi. Maka kami menilai bukan sekadar kasus plagiat biasa, malah ada dugaan jual beli gelar doktor,” ujar Supriadi.

Terkait bantahan dari pihak UNJ antara lain menyebut bahwa kasus plagiat tersebut hanya perbedaan tafsir terkait toleransi kesamaan teks, dalam hal ini melalui uji aplikasi Turnitin, Tim EKA siap melakukan adu argumentasi secara terbuka.

“Kami siap dipertemukan secara terbuka dengan pihak kampus atau temuan dari tim independen yang kemudian dibentuk Kemenristekdikti. Karena kami yakin temuan ini sulit dibantah,” tegas Supriadi.

Sumber : Rmol.co

 

Editor :