pemkab lingga

LINGGA

Asiknya Doa 10 Muharram Bersama Warga Daik Tanda Hilir

Minggu | 01 Oktober 2017 | 14:20

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Semangat kebersamaan warga Daik Tanda Hilir memaknai hari 10 muharram, menyambut tahun baru islam dengan melakukan doa bersama di Musalah Al- Jihad.

Selain doa, ada hal yang paling menarik setelah itu, yakni menyantap makanan bubur As Syura. Dimana bubur ini hanya didapati saat merayakan tahun baru islam saja.

H. Nadar, tokoh masyarakat, yang juga Ketua Musalah Al Jihad mengatakan doa serta makan bubur As Syura bersama, selain menjalani silaturahmi di antra warga masyarakat, juga memiliki makna didalam bubur itu.

Dijelaskanya, bubur yang terbuat dari berbagai macam biji-bijian dimasak menjadi jadi satu, ada jagung, kacang, ada ubi dan yang lain. Itu menandakan sebuah kehidupan dimana ada susah, senang, baik juga buruk.

“Ada dua versi bubur , ada rasa pedas juga manis ini semua dari masyarakat dengan bergotong royong ibu -ibu masak bersama di dapur umum mushollah,” paparnya kepada mediakepri.co.id, Sabtu, 29 September 2017.

Lebih jauh dikatakannya, filosofi memperingati hari 10 muharram merupakan mengingat banyak peristiwa yang telah terjadi di 10 muharam ini, diantaranya permintaan taubatnya nabi Adam As diterima Allah SWT, banjir yang terbesar saat nabi nuh menyiapkan bahtera kapalnya.

Wakil Bupati Lingga, M Nizar, putra asal Kecamatan Lingga ini mengatakan, di tahun baru paling terpenting intropeksi diri untuk berbuat yang lebih baik, optimis tidak boleh selalu mengeluh dan berputus asa. Tetapi harus selalu yakin dan percaya, mudah mudahan rahmat Allah itu datang pada kita semuanya, khususnya di Kabupaten Lingga.

Dikatakannya, di tahun 1439 H ini, dengan satu semangat untuk membangun Kabupaten Lingga menjadi terbilang 2020 itu.

“Kedepan untuk anak- anak muda di Kabupaten Lingga harus bisa bersenergi dengan orang tua untuk mempersiapkan kerohaniannya. Tidak hanya untuk membangun fisik semata, diantaranya membangun jembatan, jalan, pertanian peternakan tetapi juga mentalitas agama juga harus dipersiapkan,” ujarnya.

Dijelaskan Nizar, satu diantaranya siapa yang akan mengganti imam yang dimasjid nanti ,s iapa yang mengganti menjadi bupati dan wakil bupati. Untuk itu, tentu generasi anak anak muda ke depan.

Pantauan di lapangan serangkaian kegiatan 10 muharram juga ada prosesi menyirami air di kepala anak- anak kecil dengan mendoakan agar menjadi anak yang saleh. (bran)

Editor :