KRIMINALITAS

Genset Maut – Dalam Mimpi Nadia: Ayah Meninggal Serangan Jantung

Sabtu | 07 Oktober 2017 | 14:40

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lubuk Linggau – Nadia (18) tak mampu menutupi kesedihan hatinya. Meski terlihat tabah, kedua mata putri sulung pasangan almarhum Chandra dan almarhumah Eliza Haryani ini terlihat berkaca-kaca ketika jenazah kedua orang tua dan dua adiknya perlahan dimasukkan ke liang lahat di Taman Pemakaman Umum (TPU) Ulak Lebar.

Apalagi ketika jasad orang tua dan kedua adiknya perlahan mulai diuruk, air matanya pun kian tumpah. Tubuhnya lunglai, dan dipeluk oleh kerabatnya di tepi kuburan. Kedua orang tuanya serta kedua adiknya dikuburkan dalam satu liang.

Nadia selamat dari keracunan asap mesin genset, karena saat kejadian ia sedang mondok di Pesantren Tahfiz Irsyadul Ibad Kelurahan Marga Mulya Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

ia kini menjadi yatim piatu bersama dengan adiknya Melinda (16), yang saat ini sedang menimba ilmu di Pondok Pesantren Alfatah Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan, Jatim.

Saat dibincangi di rumah duka, Nadia menuturkan pada malam kejadian, ia bermimpi didatangi oleh saudaranya dan memberitahukan bahwa ayahnya meninggal karena serangan jantung. Ketika terbangun, mimpinya ia ceritakan kepada gurunya.

Oleh gurunya, ia ditenangkan sembari mengatakan bahwa mimpi tersebut tidak ada hubungan dengan kesehatan orang tuanya.

Namun rupanya mimpi itu merupakan pertanda buruk baginya. Pagi harinya, Jumat 6 oktober 2017 sekitar pukul 07.00, pamannya datang ke pesantren dan memberitahukan bahwa ayah dan ibunya dirawat di rumah sakit karena mendadak sakit.

Ia pun segera pergi ke rumah sakit untuk menjenguk kedua orang tuanya yang dikabarkan sakit tersebut. Namun, yang ia jumpai bukan ayah ibu yang sedang dirawat karena sakit. Tapi, kedua orang tuanya yang sudah meninggal dunia. Bukan hanya itu, kedua adiknya juga sudah meninggal dunia.

Tak hanya bagi keluarganya, kepergian Chandra dan isteri beserta kedua anaknya juga menyisakan duka mendalam bagi kerabat, tetangga dan teman dekatnya. Mereka berdatangan ke rumah duka, untuk melayat dan mengantarkan ke pemakaman.(***)

sumber:sriwijaya post

Editor :