KRIMINALITAS

Duh, Wanita Hamil Ini Jatuh Lalu Terlindas Truk

Jumat | 13 Oktober 2017 | 11:47

MEDIAKEPRI.CO.ID, Semarang – Menyedihkan. Seorang perempuan tertabrak sepeda motor hingga terpental. Kemudian terlindas truk terseret hingga beberapa meter. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian di Jalan Siliwangi, sekitar Bapas Semarang, Kamis 12 oktober 2017 malam.

Kejadian itu bermula ketika seorang perempuan berjalan kaki dari arah selatan (Penerbad) ke utara. Kemudian datang sepeda motor Honda Revo melaju dari arah barat (Krapyak) ke timur (Hanoman).

Kanitlaka Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Sugito mengatakan, diduga karena pemotor itu tidak waspada kemudian terjadi kecelakaan dengan pejalan kaki tersebut.

Wanita yang kemudian teridentifikasi bernama Sri Lestari (34), warga Jalan Walisongo Tugurejo, Kota Semarang itu tertabrak motor lalu jatuh terpental.
Tragisnya, wanita itu terpental ke arah kanan, dan saat bersamaan datang truk melaju dari arah barat ke timur.

“Tubuh pejalan kaki itu masuk kolong truk. Kemudian terlindas ban truk belakang sisi kiri,” kata AKP Sugito kepada tribunjateng.com.

Honda Revo yang terlibat kecelakaan nomor plat H 3291 ZY. Pemotor Vemi Adiesta Rukmana (19), warga Jalan Palir Asri Podorejo Ngaliyan Semarang mengalami patah tulang. Vemi mengalami luka patah pada bahu kiri dan robek pelipis. Dia dirawat di RS Coloumbia Asia Semarang.

“Pejalan kaki cidera kepala berat, badan dan kaki robek tak beraturan. Dia meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah dibawa ke Kamar Mayat RSUP Dr Kariadi,” kata AKP Sugito.

Truk yang terlibat kecelakaan tersebut tanpa plat nomor. Truk dikemudikan oleh Dedi Sudaryono (41), warga Ngaliyan, Semarang.

Harli (35) suami Sri Lestari lemas begitu mengetahui istrinya mengalami kecelakaan. Dia tampak sangat sedih dan terpukul, duduk di bangku Kamar Mayat RSUP Dr Kariadi Semarang, Kamis 12 oktober 2017 malam.

Dia datang bersama belasan orang kerabat Sri Lestari (34) pejalan kaki yang meninggal dunia itu.

Pasutri Harli dan Sri Lestari sudah memiliki satu anak perempuan berumur delapan tahun. Sebagai informasi, Sri meninggal seketika dalam kondisi hamil satu bulan.

“Dia hamil mas. Aku kudu omong piye karo Dika, karo Sinta (saya harus bilang bagaimana ke Dika, ke Sinta),” serunya sembari menitikkan air mata.

“Tak kuat-kuatke gak nangis. Aku isih mikir ngopeni anakku seng umur wolung tahun (Saya kuat-kuatkan tidak menangis. Saya masih mikir merawat anak saya yang umur delapan tahun),” tambahnya, kemudian dipeluk sejumlah orang di bangku.

Sejumlah kerabat korban pun membawa Harli menjauh dari ruang jenazah. Mereka beberapa kali mencoba menenangkan Harli.(***)

sumber:tribunjateng

Editor :