pemkab lingga

LINGGA

ALHAMDULILLAH… Polisi dan Keluarga Saling Memaafkan, Massa Bubar

Sabtu | 14 Oktober 2017 | 20:05

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Warga Daik sempat memanas dengan kejadian kecelakaan tunggal dua pelajar SMKN 2 Lingga di Polsek Daik. Mereka tetap bertahan, meskipun sejumlah tokoh sudah menjelaskan panjang lebar, yang intinya sudah jalan baik dari kejadian ini.

Wakil Bupati Lingga M Nizar turun langsung ke Mapolsek Daik untuk menenangkan aksi kerumunan warga di Mapolsek. Dihadapan Kapolsek Iptu Sugianto, dia menegaskan permasalahan ini segera diambil solusi sebab proses pengobatan akan menganggu proses belajar ke sekolah.

baca: Ketakutan, Kaki Pelajar Itu Patah setelah Terkapar di Parit di Simpang Tiga Tande

“Kepada keluarganya saya minta tolong dikondisikan secepatnya. Kalau kemungkinan ada luka patah tulang dan sebagainya, mengingat anak ini pelajar karena akan terganggu sekolahnya, nanti kita cari solusinya bagaimana. Yang jelas pihak kepolisian sudah mau bertanggung jawab,” ucap dia kepada Kapolsek, Jumat (13/10) malam.

Diketahui memang pasca insiden itu, Mapolsek Daik sesak dengan puluhan warga. Warga tidak terima razia tertib lalulintas di Daik diterapkan sistem bergerak (hunting), apalagi telah memakan korban. Banyak interpretasi warga akibat dari aksi kejar-kejaran anggota dengan kedua korban hingga menyebabkan kecelakaan. Mereka datang memenuhi Mapolsek meminta pertanggungjawaban pihak kepolisian dan penyampaian maaf dari anggota yang bertugas tadi.

Wakil Bupati Lingga usai berbicara dengan Kapolsek, dihadapan puluhan warga menjelaskan untuk persoalan pertanggungjawaban terhadap dua pelajar itu akan diakomodir pihak Polres Lingga lewat Polsek Daik. Kemudian dengan tegas dia juga sampaikan jika ada kemungkinan-kemungkinan patah tangan atau patah kaki akan ada upaya-upaya dari kepolisian. Apalagi korban diketahui merupakan tulang punggung keluarga maka upaya itu akan diberlanjutkan nanti minimal menjadi tenaga honor di Polsek.

“Apalagi dia menjadi tulang punggung keluarga misalnya, ini salah satu hasil yang ditawarkan tetapi nanti setelah proses pengobatan berjalan nanti. Saya rasa ini cukup, tidak ada apa-apa lagi pihak keluarga juga sudah ditemui,” jelas dia.

Tetapi kerumunan warga masih belum usai. Selang beberapa menit, keluarga korban datang ke Mapolsek didampingi anggota DPRD Lingga, Seny. Ibu korban atas nama Juanda yang sempat histeris mendengar kabar kecelakaan itu dengan tenang dihadapan Kapolsek meminta maaf karena kesalahan anaknya. Dia juga berterimakasih pihak kepolisian dan pemerintah serta masyarakat tidak lepas tangan meski diketahui secara prosedur hukum anaknya telah melanggar aturan lalulintas.

Melihat kerumunan warga yang tidak kunjung bubar dan situasi semakin genting, dari keluarga korban angkat bicara. Dengan dibantu pengeras suara ibu korban menegaskan masalah ini telah selesai dan tidak diperpanjangkan.

“Kami merasa berterimakasih karena sudah membantu. Tetapi kami tidak ingin masalah ini menjadi besar seperti ini. Kami dari keluarga sudah merasa dibantu karena kesalahan anak kami. Jadi tidak ada lagi kesalahpahaman,” jelas dia.

Namun warga masih belum puas. Mereka ingin mendengar secara langsung permintaan maaf dari petugas kepolisian yang menjalankan operasi tadi. Dengan banyak pertimbangan akhirnya kepolisian bersama Wakil Bupati Lingga menyanggupi.

“Jadi pak Kapolres mengizinkan orang yang bertugas hari ini. Mereka bertugas menjalankan tugas. Ketika ada kejar-kejaran itu interpretasi banyak orang menilai itu kejar-kejaran. Tetapi mereka menjalankan tugas,” tegas Wakil Bupati lagi dihadapan warga.

Akhirnya setelah lima anggota yang menjalankan tugas tertib lalulintas tadi dihadirkan menyampaikan permintaan maaf, satu demi satu warga meninggalkan Mapolsek Daik. (***)

sumber: marwahkepri.com

Editor :