NEWS

BERDUKA. Empat Pekerja Tertimpa Longsoran Bangunan, Budiyanto Tewas, Tiga Temannya Luka-luka

Selasa | 17 Oktober 2017 | 10:08

MEDIAKEPRI.CO.ID, Purbalingga – Hujan lebat mengguyur daerah-daerah di Jawa Tengah. Di Purbalingga, tepatnya di Karangtengah Kecamatan Kertanegara talut longsor dan menimpa empat pekerja.

Budiyanto (50) seorang pekerja bangunan bernasib tragis. Dia bersama tiga temannya tertimpa longsor bangunan yang sedang mereka kerjakan.Warga RT 3/1 desa Karangtengah itu meregang nyawa di balik reruntuhan bangunan talut, tak jauh dari rumahnya.

Senin 16 oktober 2017 pagi, Budi bersama tiga warga lainnya tengah mengerjakan proyek perbaikan talut rumah milik Rosidun di Rt 4/1.

Sebelumnya, talut itu retak pada beberapa bagian sehingga terancam ambrol jika tak lekas diperbaiki.

Di desa lereng gunung yang kondisi tanahnya miring dan labil, talut jadi pengaman utama warga untuk melindungi tempat tinggal mereka agar tak tergerus longsor.

“Mulanya ada empat warga yang mengerjakan perbaikan talut sepanjang 10 meter dengan tinggi 2 meter itu,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Purbalingga Muhsoni, Senin 16 oktober 2017.

Para pekerja ini mulanya menambal bagian talut yang retak dengan material baru agar bangunan itu kokoh kembali.

Mereka bekerja di tengah kodisi cuaca yang kurang bersahabat. Langit mendung hingga kemudian gerimis tipis.
Kondisi cuaca ini tak menyurutkan semangat para pekerja untuk melanjutkan pekerjaanya.
Nahas, saat mereka fokus bekerja, talut sepanjang 10 meter setinggi 2 meter yang mereka poles sejak pagi tiba-tiba runtuh dengan suara gemuruh.

Petaka yang datang cepat ini tentu saja tak dapat diantisipasi oleh mereka.

Material talut berbahan batu dan cor keras ini langsung mengubur tubuh mereka yang tak punya kesempatan meloloskan diri.

Budiyanto langsung meninggal di tempat karena terkena benturan material keras.
Sementara ketiga pekerja lain harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka akibat tertimpa longsoran.

Proses evakuasi jasad Budiyanto berlangsung menegangkan. Puluhan warga bahu membahu mengangkat tubuh pekerja itu yang terjepit reruntuhan.
Mereka harus lebih dulu menyingkirkan material-material keras yang menindih dan menjepit tubuh Budi dengan cara manual.

Tubuh pria paruh baya itu akhirnya terlihat tengkurap setelah puing-puing longsor yang menutupinya berhasil dibersihkan.

Muhsoni mengatakan, dalam setahun ini, ada dua kali kejadian pekerja tertimbun material talut yang ambrol.

Kejadian ini mengingatkan insiden serupa pada September 2016 lalu.

Tiga pekerja tewas seketika saat itu karena tertimpa reruntuhan talut di Desa Salakambang, Kaligondang.

Para korban saat itu tengah bekerja menggali tanah di bawah pondasi talut hingga tanpa sadar maut mengintai mereka.(***)

Editor :