KRIMINALITAS

Tragedi Berdarah Dini Hari, 1 Nyawa Melayang

Senin | 30 Oktober 2017 | 11:51

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bengkulu – Niat melerai kawan yang sedang berkelahi malah kehilangan nyawa. Hal inilah yang terjadi pada Pomi Pebrian Zaika (27), seorang nelayan warga Pasar Bengkulu Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu.

Pomi tewas setelah mendapat tikaman pisau dibagian punggung kanan dan rahang sebelah kanan oleh lawan berkelahi kawannya. Meski sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, nyawa Pomi akhirnya tidak bisa diselamatkan lantaran sudah terlalu banyak kehilangan darah.

Kejadian tersebut terjadi di kawasan Pantai Panjang, tepatnya disekitaran depan Gudang LLB Kelurahan Pasar Bengkulu, Minggu 28 oktober 2017 sekitar pukul 01.00 WIB dinihari.

Diceritakan, Rudi warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), awal mula perkelahian berujung maut itu bermula saat teman korban yang berjumlah 3 orang sedang duduk santai disekitaran TKP.

Tidak lama setelah itu datang rombongan sepeda motor sekitar 6 unit, ada yang boncengan ada yang sendirian. Tiba-tiba salah satu pengendara sepeda motor menampar wajah teman korban, kemudian ditanggapi oleh teman korban itu kenapa harus menampar dengan nada tinggi diakhiri perkataan kotor.

Mendapat jawaban tersebut, terduga pelaku tidak senang dan mengajak berkelahi teman korban. Lantaran terduga pelaku mengeluarkan senjara tajam jenis pisau, tiga orang teman korban terpojok dan melarikan diri.

Mendengar ada keributan, korban yang awalnya berada diwarnet disekitaran TKP keluar dan melihat temannya sedang berkelahi. Korban kemudian mendekat hendak menghentikan perkelahian tersebut. Tapi naasnya korban malah menjadi mendapat tusukan dari lawan berkelahi teman korban.

“Dia tu nengok kawannya belago (berkelahi), ndak melerai tapi malah dio yang kenai. Korban ko sebenarnyo idak ikut campur, dia idak tau apo-apo. Dengar kawannyo ribut, dio keluar dari warnet, korban idak tau kalo ada yang bawa pisau,” ujar Rudi yang berjualan ikan tidak jauh dari TKP.

Setelah kejadian penusukan tersebut, terduga pelaku dan rekan-rekannya melarika diri. Sementara itu, korban masih sempat meminta pertolongan kepada rekan-rekannya. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jitra untuk mendapatkan pertolongan.

Sekitar 1 jam mendapatkan perawatan, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Jenazah korban sudah dibawa kerumah duka, sudah dikebumikan sekitar pukul 08.30 WIB di TPU Pasar Bengkulu.

”Luka tusukan yang diderita korban parah sekali, ada yang didekat leher dan rahang”

Sempat dibawa ke rumah sakit, tapi akirnya meninggal. Tadi pagi sudah dikuburkan,” imbuh Rudi.

Kapolres Bengkulu, AKBP Ady Savart Penataran Simanjuntak SH SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Rooy Noor SIK mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan pengeroyokan yang mengakibatkan meninggal dunia.

Sejauh ini kasus tersebut masih didalami dan diselidiki, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. Berapa orang yang terlibat dalam kasus pengeroyokan tersebut juga masih didalami.

“Kita sudah mendapat laporan pengeroyokan tersebut, tim sudah diturunkan untuk memburu terduga pelaku. Kita juga masih melakukan penyelidikan mendalam,” pungkas Kasat Reskrim. (***)

Editor :