Sabtu | 19 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Akhir Dari Pesta Sabu Dan Miras Menewas Kan Seorang Janda Beranak Satu Begini Ceritanya

Selasa | 24 Oktober 2017 | 11:04

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Seorang janda bernama Khairunnisa alias Ica (20) warga Jalan Beringin, Gang Rambutan Pasar VII Tembung, Percut Seituan tewas setelah dicekoki sabu dan minuman beralkohol lalu diperkosa 4 pria di lahan garapan Jalan Selambo Desa Amplas, Percut Sei Tuan belum lama ini.

Usai membunuh korban, belum sampai 24 jam setelah kejadian keempat tersangka berinisial AS (27) warga Jalan Parkit IV Perumnas Mandala/lahan garapan Jalan Selambo dan ACI (23) warga Desa Laut Dendang diringkus personil Reskrim Polsek Percut Sei Tuan.

Tak berapa lama 2 tersangka berinisial MD alias Mul (34) warga Jalan Bromo, Medan Area dan MYL alias Husen (27) warga Jalan Delitua juga diringkus dan ditembak petugas karena melakukan perlawanan.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Pardamean Hutahaean SH SIK didampingi Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba SH dalam keterangan persnya di Mapolsek, Senin 23 oktober 2017 menjelaskan, aksi pembunuh terhadap korban terjadi pada, Kamis 19 oktober 2017.

Dimana sebelumnya pada, Rabu 18 oktober 2017 sekira pukul 21.30 WIB, keempat tersangka berada di rumah AS di lahan garapan Jalan Selambo. Keempat tersangka merencanakan untuk membeli narkoba jenis sabu.

“ACI kemudian menjemput korban Khairunnisa alias Ica yang memiliki 1 anak itu ke rumahnya dengan mengendarai sepedamotor supaya ikut menggunakan narkoba.

Sedangkan MYL alias Husen dan AS pergi untuk membeli sabu, alkohol 96% serta fanta. Tak lama ACI dan korban tiba di lokasi. Saat bersamaan MYL alias Husen dan AS juga tiba, selanjutnya MD alias Mul meracik alkohol dan fanta yang baru dibeli,” ujar Kapolsek.

Setelah minuman diracik sambung Pardamean, keempat tersangka dan korban menggunakan sabu yang baru dibeli.

Tersangka juga memaksa korban untuk meminum alkohol yang baru diracik. Tak lama korban mabuk, dan para tersangka secara bergantian memperkosa korban yang berstatus janda secara berulang-ulang hingga korban tak sadarkan diri.

“Kamis 19 oktober 2017 sekira pukul 05.00 WIB, MD alias Mul dan MYL alias Husen pulang ke rumahnya dengan membawa bekas alat isap sabu (bong-red) dan botol.

Sedangkan 2 tersangka lagi dan korban tertidur pulas.

Sekira pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB, korban merintih kesakitan di sekujur tubuhnya, sehingga AS dan ACI memberikan susu putih, cairan jahe serta mie instan kepada korban. Namun korban saat itu sudah tewas dengan tubuh mulai kaku,” terangnya.

Lanjut Pardamean, kedua tersangka langsung menghubungi 2 tersangka lainnya guna menyampaikan bahwa korban sudah tewas, namun mereka tak peduli.

Akhirnya AS dan ACI membawa korban ke RS Mitra Medica Pasar VII Tembung dengan mengendarai sepedamotor.

Setibanya di rumah sakit, tersangka menelepon orangtua korban guna menyampaikan bahwa Khairunissa alias Ica sakit dan dirawat di rumah sakit.

“Orangtua korban yang tiba di rumah sakit sontak terkejut lantaran anak mereka sudah tak bernyawa.

Selanjutnya orangtua korban berkoordinasi dengan kita.

Setelah itu kedua tersangka langsung ditangkap, lalu dibawa menuju rumah MD alias Mul dan MYL alias Husen.

Namun kedua tersangka tak ada di rumah, sehingga 2 tersangka yang sudah ditangkap langsung diboyong ke Mako guna proses pemeriksaan intensif,” katanya.

Ditambahkan Pardamean, Jumat 20 oktober 2017 sore personil Reskrim mendapat informasi keberadaan MD alias Mul dan MYL alias Husen di tempat persembunyiannya kawasan Jalan Selamat Ketaren, Desa Medan Estate, Percut Sei Tuan.

Petugas kemudian menuju lokasi dan langsung meringkus kedua tersangka di satu rumah Jalan Selamat Ketaren. Lalu dilakukan pengembangan dengan membawa kedua tersangka ke lokasi kejadian guna mencari barang-bukti bong dan botol minuman alkohol.

“Setibanya di lahan garapan Jalan Selambo, tiba-tiba kedua tersangka melakukan perlawanan terhadap petugas dan berupaya kabur.

Petugas sempat memberikan tembakan peringatan ke udara, namun tersangka tak mengindahkannya sehingga petugas melumpuhkannya dengan menembak kaki tersangka hingga tersungkur.

Selanjutnya tersangka diboyong ke RS Bhayangkara Medan guna mendapat perawatan medis, setelah itu dibawa ke Mako guna proses pemeriksaan intensif,” pungkasnya sembari menambahkan jika pihaknya juga menyita barang-bukti seprai, HP dan lainnya.(***)

 

Editor :