Minggu | 22 September 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Belum pernah rasakan sensasi Hutan Bergoyang ? Kunjungi Hutan Trinil berikut ini

Jumat | 13 Oktober 2017 | 1:10

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lamongan – SIAPA yang biasanya menghabiskan waktu liburan di hutan? Jawabannya, tentu para pecinta alam. Hutan bukanlah tempat wisata yang populer jika dibandingkan dengan pantai, danau, kawah, maupun tempat wisata buatan seperti waduk, wisata wahana bermain.
Namun, apakah akan sama kejadiannya jika hutannya bukan sembarang hutan? Hutan yang dihiasi dengan pohon bergoyang!
Nah, kawasan hutan lindung di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, sebelah selatan Desa Wide ini beberapa hari terakhir memang menghebohkan dunia maya.

Berbagai macam foto dan caption beredar di medsos mulai Facebook sampai whatsapp. Orang-orang membicarakannya dan tak lama kemudian, stasiun televisi swasta nasional pun meliput hutan Trinil.

Kehebohan semakin membara. Semua itu disebabkan jenis tanaman yang oleh warga sekitar disebut trinil yang bisa bergoyang.

Trinil, jenis tanaman rambat yang batangnya bisa tumbuh sebesar betis orang dewasa. Dia juga bisa tumbuh tunggal atau bergerombol. Trinil kecil tumbuh besar dengan menjalari pohon di sekitarnya, setelah usia tahunan, trinil akan tumbuh cukup kuat menopang dirinya sendiri, bahkan kuat dipanjat manusia.

Karakteristik itulah yang membuat trinil istimewa. Tumbuh meliuk-liuk anggun bak penari balet. Menjalar di satu pohon kemudian menyebarkan sulur-sulurnya ke banyak pohon di sekitarnya.

Setelah cukup waktu, trinil berubah wujud menjadi raksasa yang mencengkeram apa saja di sekitarnya, membentuk pemandangan menakjubkan yang tentu saja sangat menggiurkan dijadikan obyek foto. Trinil raksasa inilah yang menyedot perhatian ratusan manusia setiap harinya. Tua muda, anak-anak dan dewasa, warga setempat dan luar daerah, menggerudug Wide demi berfoto dengan trinil.

Sebagai tempat wisata dadakan, kawasan hutan Trinil tak memiliki tempat parkir layak, apalagi toilet layak. Bahan triplek seadanya dibuatlah gubuk sangat sederhana sebagai toilet darurat.

 

Namun, rasa penasaran adalah kekuatan yang luar biasa. Keadaan itu sama sekali tak menyurutkan animo masyarakat menyaksikan indahnya tarian tanaman trinil.

Lereng bukit yang sempit dan lumayan terjal penuh kendaraan bermotor, manusia tumpah ruah, tertib mendaki menuju lokasi tanaman ajaib. Di sinilah kreativitas pengelola hutan wisata Trinil parut diacungi jempol.

Untuk memberikan sensasi humor bagi para pengunjung, pengelola memasang nama jalan yang sama sekali tdak mengikuti aturan konvensional penanaman jalan, tapi sangat berhasil mengundang senyuman.

Sebagai contoh, di salah satu pohon, ada plakat bertuliskan Jl. sama teman nikah sama aku, Jl. Yuk bosen nih.

Atau, di bawah lereng super terjal menuju Gua Bolet, ada plakat berbunyi: sebenarnya aku ini ganteng turunan. Ganteng turunan bisa dimaknai sebagai ganteng karena keturunan (hubungan darah), atau ganteng karena di dekat situ ada lokasi menurun super terjal.

Ada pula plakat berbunyi: sebenarnya pacar orang adalah pacar kita juga karena kita adalah orang. Hahaha. Gila, lihai sekali pengelola membidik remaja dengan caption menggelitik di banyak lokasi strategis.

Satu hal yang sangat menyenangkan, walaupun wisata hutan Trinil ini tergolong lokasi wisata dadakan, tapi akses menuju hutan sangat bagus dan mudah. Jalan beraspal dilanjutkan dengan jalan berpaving nan lebar membentang lurus dari jalan raya sampai ke lokasi wisata.

Hanya saja, karena ini wisata hutan yang populer mendadak, yang sarana pendukungnya hampir belum ada (selain tempat parkir ekstrem dan toilet menderita), mungkin Anda perlu berpikir panjang untuk berkunjung saat turun hujan. Atau setelah turun hujan. (***)

 

Editor :