Kamis | 24 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Facebook Kunci Kemenangan Trump

Sabtu | 07 Oktober 2017 | 15:33

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Platform jejaring sosial Facebook merupakan salah satu kunci utama Donald Trump untuk memenangi kursi Presiden AS. Hal itu disampaikan oleh ahli digital media & periklanan Brad Parscale, yang juga merupakan penasihat kampanye Trump.

Dalam wawancaranya di acara 60 Minutes di CBS News Amerika Serikat Parscale mengatakan bahwa kampanye melalui Facebook sangatlah berpengaruh dalam mengangkat populasi penduduk pro-Trump dalam pilpres tahun lalu.

Adapun, sesi wawancara itu sedianya akan ditayangkan pada Minggu (8/10) waktu setempat. Hanya saja, draft wawancara tersebut terlebih dulu bocor ke sejumlah pihak.

“Twitter adalah platformbagi Trump untuk berbicara ke orang-orang. Sementara Facebook adalah platform uang akan membantu menjelaskan bagaimana dia menang,” kata Parscale, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu 7 Oktober 2017.

Platform Facebook dinilainya sangat membantu tim kampanye Trump secara efektif mengirimkan pesan kampanye ke audiens yang menjadi target.

Parscale meminta salah satu karyawan Facebook untuk bekerja di kantornya selama beberapa hari dalam seminggu. Dia diminta untuk menjelaskan dan memberikan panduan cara terbaik menggunakan fasilitas Facebook untuk menggaet dukungan publik.

Ketika dimintai konfirmasi mengenai kebenaran draft wawancara tersebut, Parscale belum mau memberikan tanggapan. Sementara itu, juru bicara Facebook mengatakan, bahwa perusahaannya menyediakan panduan penggunaan platformnya kepada tim kampanye Trump, sama dengan yang ditawarkannya kepada perusahaan lain. Facebook menampik jika pihaknya mengistimewakan Trump.

Pernyataan Parscale ini menjadi isu krusial, setelah Facebook selama ini dituding mengetahui keterlibatan Rusia dalam pilpres AS 2016 lalu.

Adapun sebelumnya, pada Juli 2017 Facebook Inc menemukan dana sekitar US$100.000 dalam pendapatan dari iklan, yang terhubung dengan sejumlah akun palsu. Adapun, akun palsu tersebut terdeteksi dijalankan dari Rusia dan diduga digunakan untuk menyebarkan berita palsu selama pemilu AS tahun lalu.

Faceboook mengatakan, dana tersebut terkumpul pada rentang waktu Juni 2015-Mei 2017. Perusahaan teknologi itu juga menyebutkan dana tersebut terhubung dengan akun-akun palsu yang berjumlah kurang lebih 470 akun dan 3.000 iklan.

Meskipun tak selalu merujuk pada tema mengenai pemilihan umum Amerika Serikat (AS), akun-akun palsu itu acap kali menyerbarkan pesan sosial dan politik yang memecah belah. Temuan ini pun telah diserahkan kepada pihak penyelidik di AS.

Perusahaan teknologi terbesar di AS itu pun telah menyerahkan rincian data iklan tersebut ke Kongres AS dan penasihat khusus Robert Mueller, yang memimpin penyelidikan campur tangan Rusia dalam kampanye Trump.

Terpisah, salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, Facebook sebenarnya juga telah menawarkan layanan serupa yang diberikan ke Trump kepada calon Presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton. Namun tak dijelaskannya apakah Hillary juga mengambil tawaran tersebut.

Bisnis.com

Editor :