Senin | 23 September 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Heboh, Hantu Mata Merah Ganggu Warga Gang Janda, Anak Perempuan Dikumpukan di Kamar Khusus

Rabu | 25 Oktober 2017 | 14:29

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pelaihari – Sudah lebih dua pekan, warga Gang Janda Jalan Saripul RT 7 Desa Kurau Utara, digegerkan penampakan hantu mata merah. Setiap kali muncul, hantu yang selalu berubah wujud itu meninggalkan dua tanda, bekas jejak dan cakar di dinding.

Dua tanda keberadaan hantu itu ada di rumah Ramzi, warga RT 7 Desa Kurau Utara.

“Ada bekas jejak dan cakar di dinding rumah saya,” kata Ramzi, yang ditemui di rumahnya yang terbuat dari kayu, Selasa 24 oktober 2017

Setelah adanya tanda itu, Ramzi dan bersama warga setiap malam melakukan ronda, dari malam hingga terbit matahari. “Hantu itu muncul dari malam hari hingga dini hari,” ujarnya.

Takut terjadi apa-apa pada keluarganya, Ramzi mengumpulkan tujuh anak perempuan yang masih sekolah di kamar khusus.

“Saya takut hantu itu mengincar anak saya. Saya pernah melihat hantu itu dari kejauhan. Cuma lihat matanya saja, matanya merah,” ujarnya.

Selain menempatkan anak perempuan dalam kamar khusus, Ramzi juga menjadikan rumahnya sebagai posko ronda malam.

Setiap ronda malam, Ramzi dan tetangganya berjaga di sekitar persawahan.

Selebihnya berkeliling hingga ke wilayah RT tetangga.

“Akibat dari penampakan hantu ini kami tidak mencari ikan di laut. Kaum perempuan takut kami tinggal,” ujarnya.

Seorang warga, Udin, mengaku setiap malam ikut ronda malam. Dia ingin membuktikan hantu penampakan itu.

“Hingga malam ini, saya tidak pernah melihat hantu penampakan itu. Dari dua puluh warga yang ronda malam, juga tidak yang melihat. Paling dua atau tiga orang yang melihat kelebatan melintas,” ujarnya.

Kabar adanya hantu di Gang Janda ini sudah beredar ke tempat-tempat lainnya.

Akibatnya banyak orang berdatangan ke Gang Janda, khususnya pada malam hari.

Mereka ingin melihat hantu penampakan tersebut. Keberadaan warga ini membawa rezeki bagi warga yang berada di sekitar Gang Janda.

Nurhayati misalnya, awalnya tidak berani berdagang hingga malam hari, kini warungnya buka hingga pagi hari. “Lumayan ada yang beli mi goreng, karena lapar menunggu penampakan,” ujarnya. (***)

Editor :