Sabtu | 05 Desember 2020 |
×

Pencarian

NATUNA

Ikhtiar Menjaga Peradaban Karya Jamal Rahman Iroth Terima Penghargaan Mendikbud

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti merima penghargaan sastrawan berkarya untuk daerah tertinggal, terluar dan terdepan dari Kemendikbud RI, atas karya buku Natuna berjudul “Ikhtiar Menjaga Peradaban” yang ditulis oleh Jamal Rahman Iroth salah seorang sastrawan Natuna.

Puncak Bulan Bahasa dan Sastra serta pencangan Gerakan Literasi Nasional (GLN) tahun 2017 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, di Senayan Jakarta, Sabtu 28 Oktober 2017.

Loading...

Ngesti menyampaikan rasa sukur dan apresiasinya atas keberhasilan sastrawan Natuna dalam berkarya, dengan penghargaan tersebut budaya dan sastra Natuna sudah dikenal secara nasional.

Hal tersebut membuktikan, bahwa Natuna tidak hanya dikenal dengan SDAnya tapi juga budaya dan karya satra.

“Ini merupakan langkah tepat untuk mempromosikan budaya sastra Natuna, sekaligus memberi motivasi kepada masyarakat agar bersama-sama mempromosi sastra dan budaya daerah melalui literasi,” ungkap Ngesti.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy mengatakan  sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 telah menempatkan bahasa Indonesia sebagai pilar utama perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Loading...

Sebagai pilar perjuangan, bahasa Indonesia telah terbukti mampu mempersatukan berbagai suku bangsa yang berbeda-beda latar belakang sosial, budaya, agama, dan bahasa daerahnya menjadi satu kesatuan bangsa Indonesia.

Sementara itu, sastra sebagai wujud dimensi keindahan bahasa perlu didorong agar mampu merajut kebinekaan, nilai-nilai kearifan dari berbagai daerah dalam bingkai keindonesiaan untuk memperkukuh tegak-nya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berkenaan dengan itu, momentum Bulan Bahasa dan peringatan hari Sumpah Pemuda ini dapat dijadikan sebagai titik tolak bagi generasi penerus untuk memupuk jati diri keindonesiaan.

Di tengah arus kehidupan global saat ini kekayaan budaya bangsa, keragaman bahasa, dan nilai-nilai kearifan yang terungkap dalam sastra harus dapat menjadi modal untuk memperkuat jati diri dan karakter bangsa Indonesia.

Sejalan dengan itu, Mendikbud Muhadjir mengajak melalui bahasa dan sastra, bangun bangsa Indonesia yang cerdas dan memiliki karakter kuat sehingga dapat bersanding dan bersaing dengan bangsa-bangsa lain tanpa harus kehilangan jati dirinya sebagai suatu bangsa.

Derasnya arus kehidupan global dan pengaruhnya yang sedemikian dahsyat saat ini juga menuntut segenap komponen bangsa untuk membekali diri dengan kecerdasan berliterasi dalam berbagai aspek.

Aspek yang dimaksud tidak sekadar kemampuan baca-tulis, tetapi juga harus cerdas dalam berliterasi dalam bidang teknologi informasi, hukum, politik, ekonomi, dan budaya, termasuk dalam berkomunikasi melalui media sosial.

“Dengan kecerdasan seperti itu, kita diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu berperan dan bersaing dalam kehidupan global,” papar Mendikbud.

Atas dasar itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupaya menjadi motor peng-gerak melalui Gerakan Literasi Nasional. Gerakan ini tentu memerlukan dukungan tidak hanya dari para pemangku kepenting-an pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga dari segenap komponen bangsa yang lain secara nasional agar memberikan hasil yang nyata dalam pencerdasan bangsa.

Kecerdasan dalam berliterasi itu juga harus diiringi dengan penguatan karakter untuk membentuk kepribadian Indonesia. Hal itu karena bangsa yang memiliki karakter kuat dan tangguh akan sanggup menghadapi berbagai tantangan dan bahkan—jika karakternya benar-benar kuat—bangsa itu juga mampu mengubah tantangan menjadi peluang.

Berkenaan dengan itu, karakter suatu bangsa tentu dibangun oleh karakter setiap warga bangsa itu. Karena itu, saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk meningkatkan karakter diri masing-masing. Kita tinggalkan kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik selama ini. Mari kita satukan tekad dan semangat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Sementara itu, pada kesempatan sama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. Dr. Dadang Sunendar melaporkan kegiatan Puncak Acara Bulan Bahasa dan Sastra 2017 serta Pencanangan GLN. merupakan kegiatan kebahasaan dan kesastraan Indonesia yang dilaksanakan secara rutin setiap Oktober sebagai bulan lahirnya Sumpah Pemuda.

Rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2017 dilaksanakan selama sebulan. Berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan yang merupakan ajang berkarya atau berekspresi, ajang peningkatan kualitas berbahasa Indonesia, dan ajang perlombaan diadakan mulai awal Oktober hingga Puncak Acara Bulan Bahasa dan Sastra 28 Oktober 2017 hari ini.

Kegiatan yang diadakan selama Bulan Bahasa dan Sastra 2017 ini, antara lain, adalah Penilaian Pengggunaan Bahasa di Media Massa Cetak, Pemilihan Duta Bahasa (Tingkat Nasional), Debat Bahasa Antarmahasiswa, Lomba Wajah Sekolah, Kuis Pelita Bahasa, Krida Karya Duta Bahasa DKI Jakarta, bedah buku, bazar buku, simulasi dan layanan kebahasaan, pameran laboratorium kebahasaan, dan Layanan UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia). (kmg)

sumber: wartakepri.co.id

Loading...
Loading...