Selasa | 24 September 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Kisah Kasihnya Tak di Restui, Pemuda ini Pilih Gantung Diri. Mengejutkan Isi Smsnya

Senin | 30 Oktober 2017 | 14:33

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Seorang pemuda diduga bunuh diri karena hubungan asmara dengan wanita pujaan hatinya tak direstui orangtua mereka. Tragisnya saat dalam perjalanan menuju ke lokasi kejadian, korban sempat mengirim pesan via HP kepada pacarnya melaporkan niatnya untuk gantung diri.

Informasi diterima dari Mapolsek Pancurbatu, peristiwa itu terjadi pada Minggu oktober 2017 pagi sekira pukul 10.15 WIB.

Awalnya, pada pukul 10.00 WIB, Edi Sahputra Tarigan (24) warga Dusun I, Desa Kuala, Kecamatan Sibolangit, keluar dari rumahnya sambil membawa tas warna hitam.

Ibu korban yang melihat putranya itu pergi tanpa pamit, sempat menyapa dan menanyakan tujuan kepergiannya.

Namun, pegawai Hill Park Sibolangit ini malah membalas dengan mengatakan agar ibunya tidak lagi mencari dirinya.

Tak lama kemudian, saat dalam perjalanan menuju ke lokasi yang dituju, Edi Tarigan mengirim SMS kepada pacarnya, Susi br Gurusinga yang mengatakan, dirinya akan mati gantung diri di perladangan Batunanggal Dusun 1, Desa Kuala yang merupakan milik orangtuanya sendiri.

Begitu membaca sms tersebut, spontan saja Susi bergegas berlari menuju ke perladangan Batunanggal yang jaraknya sekitar 400 meter dari rumah korban.

Namun, Susi tak sempat menggagalkan aksi nekat pria pujaan hatinya itu.

Sebab, setibanya di perladangan Batunanggal, Susi hanya menemukan jasad korban sudah dalam keadaan tergantung di bawah pohon duku. Melihat calon suaminya sudah meregang nyawa, Susi berteriak histeris meminta tolong.

Warga yang mendengar teriakan dari Susi langsung berdatangan ke lokasi kejadian, lalu memotong tali nilon yang terikat di leher korban.

Petugas Polsek Pancurbatu yang menerima laporan turun ke lokasi kejadian melakukan penyelidikan dan olah TKP. Selanjutnya, jasad korban disemayamkan ke rumah duka.

Kapolsek Pancurbatu melalui Kanit Reskrim Iptu Pol Sehat Tarigan mengatakan, korban meninggal murni karena bunuh diri dan bukan karena pembunuhan.

Sebab, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban.

“Motif bunuh diri itu diduga kuat, hanya karena korban putus asa karena hubungan asmaranya dengan sang pacar tak mendapat restu dari kedua orangtua mereka masing-masing.

Permintaan ibu korban atas nama Persadaan br Gurusinga dengan membuat surat pernyataan, jasad korban tidak divisum dan otopsi,” ujar Sehat. (***)

Editor :