Selasa | 15 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Pelaku Penyayat Wajah Siswi SMA Cantik di Siantar Ditembak Polisi, Ternyata Pelaku Sudah Beristri

Jumat | 27 Oktober 2017 | 2:32

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Mencuatnya kasus penganiayaan terhadap seorang siswi di Pematangsiantar beberapa hari lalu bernama Nadya (17) sempat menggemparkan.

Nadya menjadi korban penculikan dan penganiayaan oleh seorang pria berinisial DS.

Gadis cantik ini ditemukan bersimbah darah dengan luka di wajahnya akibat sayatan silet. Terduga pelaku penganiayaan sadis, penculikan, perampokan disertai niat pembunuhan terhadap Nadya semakin mengerucut ke nama DS.

Informasi terbaru yang didapat, terduga pelaku sudah ditangkap personel polisi.
Pelaku terpaksa ditembak polisi karena berusaha kabur.

Saat ini pelaku sedang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, di Jalan Wahid Hasyim, Medan, Sumatera Utara.

Berhasilnya penangkapan pelaku, hal ini atas pengembangan sesuai kesaksian dua rekan Nadya, Umi dan Dwi yang terakhir kali jalan bareng, sebelum akhirnya Nadya hilang jejak di Jalan Rakutta Sembiring.

Berikut Fakta Tentang Pelaku

Sosok DS sendiri ternyata merupakan pria beristri. DS sempat menjadi tetangga korban di Jalan Tanah Jawa, Gg Jafar Kelurahan Melayu, Siantar Utara.

Selain sudah beristri, pelaku juga diduga seorang pengedar sabu dan residivis. Warga dan kepolisian mengatakan DS diduga sebagai pengedar sabu-sabu dan berstatus residivis.

“Udah beristri itu, pemain sabu juga itu. Kenal kali aku siapa ini. Pernah kulabrak kudatangi pakai barakuda. Jualan sate, kurier sabu itu. Tegap-tegap ini orangnya,” kata seorang polisi, seperti dikutip dari Tribun Medan.

Pelaku juga diketahui Kerap berkunjung ke rumah korban. Tidak hanya sekedar main, pelaku yang sudah dianggap keluarga bahkan kerap makan dan minum di rumah korban.

Ayah Nadya, Watrizal mengatakan, DS pernah menjadi tetangga dan bahkan sudah dianggapnya sebagai keluarga.

“Gak nyangka kali. Belum lama dia (DS) pindah ke Maligas sana, cukup dekat dengan kami. Tapi karena tahu dia sudah beristri kubilang mereka berteman saja. Gak ada dendam-dendam gitu,” katanya.

Diketahui, Nadya, siswi SMA Teladan menjadi korban penculikan, perampokan dan percobaan pembunuhan. Nadya ditemukan selamat di daerah Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba. Namun kondisi tubuhnya sungguh mengenaskan.

Wajahnya penuh luka sayatan dan pada beberapa bagian tubuhnya biru serta membengkak akibat penganiayaan.

Kronologi Kejadian
Kejadian tragis ini berawal dari DS yang meminta bertemu dengan Nadya dengan dalih mengambil paket dari bekas tetangga Nadya.

Saat bertemu dengan DS, Nadya mengajak dua temannya, Umi dan Dwi pada Rabu (18/10/2017). Menurut pengakuan Umi saat diwawancara, Nadya sempat tak mau berboncengan dengan DS.

Namun DS kukuh meminta Nadya ikut bersamanya, sementara Umi berboncengan dengan Dwi.

Di tengah perjalanan, Umi dan Dwi kehilangan jejak DS yang membawa kabur Nadya tak tahu kemana. Terakhir kali, mereka kehilangan jejak Nadya yang dibonceng DS, mengendarai sepeda motor Vario merah BK 6311 WAB milik korban, Rabu (18/2017) sore, sekitar pukul 18.00 WIB di Jalan Rakutta Sembiring.

Umi, selepas bel pulang sekolah, menceritakan, sebelum hilang kontak dengan Nadya, saat itu mereka baru pulang les dari sekolah.

Umi dan Dwi diajak Nadya menemani untuk berjanji bertemu dengan DS di Alfamart Jalan Cokro.

“Kami itu diajak Nadya menemani mau ketemu sama DS, dia gak mau sendiri, makanya kami ikut. Terus ketemuan di Alafamart sekitar pukul 17.30 WIB,” kata Umi, Jumat (20/10/2017).

Setelah bertemu, masih kata Umi, bahwa Nadya meminta agar dia berboncengan dengan Umi.

Sedangkan Dwi agar dibonceng DS. Namun, saat itu DS meminta balik agar dirinya membonceng Nadya.

“Udah gak aku sama Nadya, aja,” kata Umi, menirukan permintaan DS.

Pertemuan DS dan Nadya sebelumnya tidak pernah diketahui rekan-rekan sekolah. Namun, Nadya tiba-tiba diajak DS bertemu untuk mengambil paket yang disebut DS dari Nosri yang tinggal di Bandung.

Nosri pernah menjadi tetangga Nadya dan masih berkomunikasi baik.

“Baru itu jumpa lagi Nadya sama DS. Setahu saya emang sudah dianggap Nadya kayak abangnya, tapi gitu pun Nadya sejak awal gak mau ketemu DS sendirian, makanya ngajak saya sama Dwi. Mau ambil paketan di lorong 20 kiriman Nosri dsri Bandung,” ujar Umi.

Setelah itu, mereka berempat berkendara sepeda motor ke arah Jalan Rakutta Sembiring, namun seketika DS melaju kencang.

Umi dan Dwi yang mengikuti dari belakang pun kehilangan jejak, saat itu pukul 18.00 WIB.

“Tiba-tiba kencang dibawa DS itu bang, kehilangan jejak kami jam 18.00 WIB di Rakutta, ada jalan yang dialihkan. Sempat Nadya ngirim pesan WA nanya dia. Katanya aku gak tahu ini di mana, tunggu lah woi, udah dimarah mama ku aku, gitu isi pesannya,” kata Umi.

“Sempat saya balas lagi WA nya, tapi gak dibalas. Ditelpon gak aktif lagi. Kami gak langsung pulang, ada satu jam nunggu di Rakutta. Gak ada kabar kami balim ke rumah masing-masing. Keluarga juga ada nelpon kami. Tapi sama-sama gak tahu lagi,” kata Umi.

Saat diculik, perlakuan sadis diterima oleh siswi cantik tersebut.

Mulai dari tangannya yang diikat ke belakang, wajahnya disilet-silet hingga dibuang oleh pelaku.

Diduga pelaku menyileti wajah korban agar saat korban ditemukan tidak dapat dikenali identitasnya.

Pelaku sempat mengira jika Nadya telah tewas.

Namun beruntung, Nadya selamat dari peristiwa keji yang dialaminya saat ditemukan pada Kamis (19/10/2017) pagi. Nadya masih dalam perawatan pihak rumah sakit. ***

Editor :