Senin | 21 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Penipuan Lewat Media Sosial Kembali Makan Korban, Empat Gadis Asal Ponorogo Ini Membayar Sejumlah Uang Tapi Ternyata Jadi Begini

Selasa | 24 Oktober 2017 | 16:18

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ponorogo – Berhati-hatilah bila melamar lowongan pekerjaan yang ditawarkan melalui media sosial. Alih-alih mendapat pekerjaan, justru bisa kehilangan uang.

Seperti dialami empat orang asal Ponorogo ini. Mereka menjadi korban penipuan dengan modus operandi penawaran lowongan pekerjaan yang ditawarkan melalui facebook oleh pelaku bernama Eko Sumarno (30), warga Dukuh Tugunongko, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo.

Empat orang korban penipuan tersebut bernama Devila Rosa, Dika Pipit Novita, Doni Irawan, dan Agung Suryanto.

Mereka terlanjur, menyerahkan sejumlah uang sebagai syarat bila ingin menjadi karyawan di koperasi yang ditawarkan pelaku.

Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, mengatakan Eko Sumarno ditangkap polisi di rumah makan Kampung Dawet, Desa Demangan, Kecamatan Jetis, Ponorogo, Selasa 17 oktober 2017siang.

Penangkapan tersangka berdasarkan laporan dari korban bernama Dika Pipit Novita pada Senin 16 oktober 2017.

“Korban dijanjikan pekerjaan di koperasi, namun dengan syarat membayar sejumlah uang tunai kepada pelaku,” kata Sudarmanto saat dikonfirmasi, Rabu 18 oktober 2017.

Meski telah membayar sejumlah uang, namun korban tak kunjung dipanggil untuk bekerja.

Merasa ditipu, Devila Rosa yang telah menyerahkan uang Rp 5 juta kepada pelaku, akhirnya melapor ke polisi.

Selain menangkap pelaku, polisi jiga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya selembar kuitansi penyerahan uang tunai Rp 5 juta dari Devila Rosa yang diminta pelaku untuk jaminan masuk kerja, sebuah ID card KSP Primkoferi atas nama Devila Rosa, empat lembar surat perjanjian kerja , dan satu bendel dokumen persyaratan pelamar pekerjaan.

“Saat ini kami masih memeriksa sejumlah saksi dan pelaku.

Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dipenjara di rumah tahanan Polres Ponorogo,” kata Sudarmanto.

Sedang korban penipuan, Dika Pipit Novita, mengaku awalnya mengetahui lowongan pekerjaan itu dari Facebook. Karena tertarik, korban menghubungi pelaku dan melamar kerja di bagian administrasi.

Pada awalnya, ia diminta uang pendaftaran senilai Rp100.000. Setelah dinyatakan lolos, Dika kemudian diminta mendaftar BPJS Ketenagakerjaan tanpa mengisi formulir dan diminta menyetorkan uang senilai Rp 5 juta.

Uang Rp 5 juta itu, kata Dika, sebagai jaminan agar ia tidak ditempatkan bekerja di luar Ponorogo.

“Uang Rp 5 juta itu untuk memastikan agar ditempatkan kerja di Ponorogo. Kalau tidak membayar, ditempatkan di Kediri atau Nganjuk,” kata warga Kecamatan Sampung ini.(***)

 

Editor :