Jumat | 04 Desember 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

SADIS!! Cecap Tak Hanya Merampok dan Membunuh Tapi Memperkosa Bibinya, Ini Fakta Kebiadabannya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Belitung – Kejahatan yang dilakukan Cecep Supriyatna (28), sangat kejam.
Dia tidak hanya merampok dan membunuh bibinya saja.
Duda beranak satu itu juga menyetubuhi Ernawati (42) warga Jalan Perumnas RT 20/03, Desa Air Pelempang Jaya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Keponakan Syahroni (52), suami Ernawati itu mencuri perhiasan emas senilai Rp 150 juta.

Loading...

Polisi menangkap Cecep hanya berselang empat jam setelah penemuan jenazah Ernawati.

Upaya Cecep mengelabui aparat tak berjalan mulus.

Dia ditangkap tidak jauh dari lokasi penemuan jenazah, yaitu kediaman Ernawati.

“Dari hasil penyelidikan dan pengembangan kami dilapangan, dan diperkuat oleh seorang saksi, pelaku berhasil kami tangkap,” ungkap Kapolres Belitung AKBP Sunandar, Minggu 22 oktober 2017.

Loading...

1. Polisi curiga mobil terparkir.

Aksi Cecep terbongkar setelah polisi mengetahui status kepemilikan mobil yang terparkir sekitar 50 meter dari rumah Ernawati.

Mobil yang disewa Cecep itu diingat seorang saksi.

Mobil itu pula yang sempat lalu lalang di depan rumah Ernawati sebelum aksi pembunuhan terjadi.

“Kami lakukan penyelidikan lebih dalam lagi, dan kami temukan yang merental adalah pelaku. Saat kami amankan, pelaku memang mengakui bahwa itu adalah perbuatannya, dan kami mengamankan pelaku tidak jauh dari TKP,” ujarnya.

 

2. Pelaku terjerat utang dan dendam.

Menurut Sunandar, motif pelaku melakukan pembunuhan dan perampokan tersebut, lantaran dendam serta terjerat utang.

Pelaku juga terbilang sudah merencanakan perbuatan tersebut.

“Rencana pelaku itu memang sudah berniati olehnya sejak satu minggu belakang.

Dia merampok di rumah itu, karena dia tahu bahwa korban banyak menyimpan emas. Untuk pasal yang dikenakan kepada pelaku, pasal 356 ayat dua dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkas Sunandar.

Ernawati ditemukan tergeletak tak bernyawa di rumahnya, Sabtu 21 ktober 2017.

Adalah Syahroni yang menemukan jenazah Ernawati. Dia sempat curiga sang istri tak datang ke pasar pada hari itu.

Kecurigaannya Syahroni terjawab ketika dia pulang ke rumah sekitar pukul 14.00 WIB.

3. Pelaku sempat kelabui polisi.

Cecep Supriatna mengakui perbuatannya. Dia bahkan membeberkan upayanya mengelabui polisi.

Selain datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), Cecep sempat meminta tolong kepada anggota polisi agar secepatnya menemukan terduga pelaku pembunuhan Ernawati.

“Sengaja aku bilang gitu, biar orang tidak curiga. Aku kesitu karena keluarga kami sudah tahu semua , jadi ke sana langsung lah, sekalian lihat saja situasi di TKP, dan sekarang aku sudah pasrah,” ucap Cecep kepada Pos Belitung (Grup Bangka Pos), Minggu 22 oktober 2017.

4. Terus buntuti suami korban.

Di TKP itu juga, warga Jalan Seberang Ilir, RT 03/01 Desa Juru Seberang tersebut terus membuntuti suami korban, Syahroni (52).

Pelaku sesekali berada di samping dan belakang Syahroni, ketika suami korban bergeser di seputaran TKP.

“Aku ke sana tadi (TKP) pun, biar orang tidak curiga. Kalau membuntuti suami korban, itu sekalian nyari informasi juga. Tidak nyesal aku, yang penting dendam aku sudah terbalas,” ujarnya.

5. Cecep sering dimarahi

Cecep sempat bekerja menjual daging dengan Ernawati selama kurang lebih dua tahun.

Selama bekerja, dia mengaku sakit hati dan menyimpan dendam. Menurutnya, Ernawati adalah sosok yang kasar.

“Sewaktu aku bekerja dengan beliau (korban) itulah mulai dendam, sakit hati soalnya karena omongannya kasar. Tidak peduli kami lagi makan, tidak peduli orang ramai, kalau beliau (korban) mau marahin kami. Malu aku di depan orang ramai,” kata dia.

Rencana pembalasan dendam sudah dibuat Cecep sekitar satu minggu.

Dia tiba di rumah Ernawati sekitar pukul 07.00 WIB. Waktu itu dipilih karena Cecep tahu Ernawati sendirian di rumah.

Syahroni, suami Ernawati masih berada di pasar untuk berjualan daging.

6. Kendarai mobil sewaan.

Cecep datang mengendarai mobil yang disewanya. Memarkir kendaraan roda empat itu sekitar 50 meter dari rumah Ernawati, dia kemudian masuknya layaknya tamu.

“Aku bilang nunggu pak Haji (Syahroni) ada perlu, dan habis itu ngelakar sebentar langsung beliau (korban) masuk ke kamar untuk Salat Dhuha dan ganti pakaian,” tuturnya.

Saat Ernawati menunaikan Salat Dhuha, Cecep mencari benda untuk membunuh.

Yang ditemukannya adalah sebuah kapak bergagang kayu yang ada di ember di bagian teras belakang rumah.

Kapak itu kemudian disembunyikan di bawah kursi di ruang tengah rumah Ernawati.

Begitu Ernawati keluar kamar, usai menunaikan Salat Dhuha, Cecep membelakanginya dan mengayunkan kapak.

“Pakai bagian belakang kapak aku pukul di kepala. Habis itu, langsung korban terbaring dan aku bekap mulutnya dengan bantal. Habis itu aku bekap mulutnya dengan jilbab beliau,” ucapnya.

Cecep lantas membongkar seluruh isi rumah itu, dan mengambil perhiasan yang ada di dalam lemari bagian depan rumah korban.

Setelah itu, pelaku kembali ke ruangan tengah dan membuka celana korban, lalu memperkosa korban dalam kondisi tidak berdaya.

“Tidak ngelawan buk haji (korban) waktu itu, cuma sempat pegang pergelangan tangan aku. Habis itu aku pulang ke rumah, ganti pakaian, jual emas. Dapat kabar, baru ke lokasi rumah itu lagi,” bebernya.(***)

 

Loading...
Loading...