Jumat | 18 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Singgung Politik Praktis TNI Saat Pidato, Jokowi Langsung Dibalas Begini oleh Gatot Nurmantyo!

Jumat | 06 Oktober 2017 | 11:14

MEDIA KEPRI.CO.ID, Banten – Presiden Joko Widodo hadir dalam perayaan HUT ke-72 TNI, Kamis 5 Oktober 2017 kemarin.

Sebagaimana diketahui, acara tersebut dilangsungkan di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten.

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi pun berkesempatan memyampaikan pidato.

Di pidatonya, Presiden Jokowi ternyata sempat menyingung soal netralitas TNI.
Rupanya, pernyataan Presiden tersebut dinilai mengkitik petinggi TNI yang melakukan politik praktis.

Dalam amanatnya, mantan Wali Kota Solo itu menyampaikan pesan pahlawan nasional Jenderal Sudirman tentang politik TNI.

“Saya ingat pesan Jenderal Sudirman tentang jati diri TNI yang saya yakin sangat relevan sampai sekarang.

Bahwa politik tentara, politik negara, politik TNI adalah politik negara. Loyalitas TNI adalah loyalitas negara,” ujar Jokowi.

“TNI adalah milik nasional yang berada di atas semua golongan, yang tak terkotak-kotak dengan kepentingan politik yang sempit dan tak masuk ke kancah politik praktis. Yang selalu menjamin netralitas politik di NKRI ini,” tambahnya lagi.

Berkaitan dengan hal tersebut, sejumlah pihak pun setuju dengan amanat Jokowi.
Bahkan, ada yang menilai wajar bila Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut.

Sementara itu, seolah menjawab amanat Presiden Jokowi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun mengutarakan pendapatnya.

Lebih lanjut, dihimpun Tribunwow.com, berikut ulasannya:

1. TNI harus menjaga negara

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Dadang Rusdiana mengaku setuju dengan pidato yang disampaikan Presiden Jokowi.

“Tentu Pak Jokowi sedang mengkritik selama ini ada petinggi-petinggi yang melakukan langkah politik praktis yang kemudian melupakan fungsi dan peranan TNI,” kata Dadang, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 5 oktober 2017 sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Dadang pun menjelaskan sudah seharusnya aparat TNI bersikap netral terhadap politik.

“Oleh karena itu, saya kira kita harus menggarisbawahi pernyataan Pak Jokowi di hari TNI ini agar TNI tetap pada khithahnya sebagai yang menjaga negara. Politiknya kebangsaan, bukan politik praktis,” lanjut dia.

2. Wajar Jokowi ingatkan prajuritnya

Diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, ujaran Presiden Jokowi soal politik negara dan TNI rasanya tak perlu ditanggapi.

Hal ini, dijelaskannya lantaran Presiden memang memiliki hak untuk mengarahkan para prajuritnya.

“Presiden itu kan pengarahan kepada Prajurit, pengarahan kepada TNI. Itu tidak boeh ditanggapi,” ucap Wiranto usai menghadiri HUT ke-72 TNI sebagaimana dikutip dari Tribunnews.

Lebih lanjut, dikatakan Wiranto, hal yang dilakukan Jokowi memang sangat wajar mengingat Presiden merupakan Panglima tertinggi TNI.

“Sangat logis dan wajar kalau seorang bapak, seorang Panglima selalu mengingatan kepada prajurit apa yang selalu taat kepada yang disumpahkannya,” ujarnya.

“Pesannya adalah, presiden sebagai bapak dan panglima TNI mengingatkan bahwa mereka adalah Bhayangari bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagai pengawal dan bangsa Indonesia,” katanya.

3. ‘Balasan’ Jenderal Gatot

Seolah membalas dan menanggapi amanat yang disampaikan Presiden Jokowi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun menegaskan posisinya. Diucapkan Gatot, ia beranggapan politik TNI memanglah politik negara.

“Pada saat yang sama, saya tegaskan pula bahwa politik TNI adalah politik negara,” ujar Gatot seperti diberitakan Tribunnews.

Selain itu, Gatot juga meminta agar Presiden Jokowi tak meragukan TNI. “Sekali lagi jangan ragukan kesetiaan TNI,” kata Gatot.

Sumber : poskupang

 

Editor :