Sabtu | 19 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Tragis, Warga Malang Segera Bebas dari Penjara Namun Ditemukan Menggantung di Sumur

Senin | 16 Oktober 2017 | 12:40

MEDIAKEPRI.CO.ID, Blitar – Seorang narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Blitar, Mohamad Dwi Arianto (38), tewas bunuh diri, Jumat 13 oktober 2017.

Napi kasus pencurian itu tewas dengan cara gantung diri di sumur LP.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, korban gantung diri sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat itu, para napi sedang mengikuti kegiatan senam. Tetapi, korban tidak ikut senam dengan alasan sakit.

Awalnya, korban di dalam sel bersama dua napi lain. Satu napi ikut senam, sedangkan satunya lagi tidur di dalam sel.

Diduga, saat teman satu selnya tidur, korban menuju ke sumur di LP. Jarak sumur dengan sel korban sekitar 15 meter.

Sesampai di lokasi, korban berusaha mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Korban mengikat lehernya menggunakan tali tampar warna hijau yang ada di sumur.
Tali tampar itu yang digunakan menimba air di sumur.
Saat ditemukan, posisi korban menggantung dengan tali mengikat di lehernya.

Peristiwa gantung diri itu pertama kali diketahui oleh petugas LP.

Awalnya, petugas mengecek korban di dalam sel. Tetapi, petugas tidak mendapati korban di dalam sel.

Lalu, petugas berusaha mencari keberadaan korban. Petugas menemukan korban sudah dalam kondisi tewas menggantung di sumur.

Kepala LP Klas II B Blitar, Rudi Sarjono mengatakan korban merupakan napi kasus pencurian pindahan dari Madiun

Korban mulai berada di LP Blitar sejak awal April 2017. Korban sebenarnya sebentar lagi sudah bebas.

“Korban tercatat sebagi warga Pakisaji, Kabupaten Malang,” kata Rudi.

Menurutnya, korban sudah memperlihatkan gejala depresi sejak berada di LP Blitar.
Korban sering mengamuk sendiri di LP. Korban juga terlihat linglung saat diajak bicara.

“Dia gantung diri saat napi yang lain sedang mengikuti kegiatan senam,”ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi.

Saat ditemukan, korban masih dalam posisi menggantung di sumur.

“Dia masih menggantung dengan posisi leher terikat tali tampar. Tubuhnya tidak sampai terjebur ke dalam sumur,” kata Heri.

Dikatakannya, dari keterangan teman satu selnya, korban memang menunjukkan gejala depresi.

Korban sering melamun sendiri. Kadang-kadang korban juga sering marah-marah sendiri. Korban tidak menyambung saat diajak bicara.

“Dugaan sementara penyebab korban gantung diri karena depresi. Mayat korban langsung kami bawa ke kamar jenazah RSUD Mardi Waluyo untuk divisum,” ujar Heri. (***)

 

Editor :