Selasa | 15 Oktober 2019 |
pemkab lingga
×

Pencarian

Kandidatku tuk Bupati dan Wakil Bupati Lingga

LINGGA

FANTASTIS!!! Kerugian Kebakaran Pasar di Kampung Cina Daik Ditaksir Sebesar Rp53,5 Miliar, Penyebab Belum Diketahui?

Selasa | 28 November 2017 | 18:54

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Tim Polres Lingga telah mengkalkulasikan kerugian yang dialami akibat kebakaran Pasar Kampung Cina sebagai pusat perdagangan di Daik Lingga, Selasa, 28 November 2017 sekitar pukul 01.30 WIB dinihari. Dari hasil perhitungan sementara nilai kerugian kebakaran yang berlangsung sekitar 5 jam ini ditaksir sebesar Rp53.545.000.000 atau Rp53,5 milir.

Adapun data perhitungan yang dilakukan adalah sebanyak 59 bangunan, empat gudang, lima bangunan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM), satu unit pos siskamling yang hangus. dan rata dengan tanah. Selain bangunan itu, ada dua penginapan yakni Lingga Pesona Hotel dan Penginapan Pak Tani.

“Ini data sementara dari hasil olah tempat kejadian perkara,” ujar Kapolsek Daik, Iptu Sugianto kepada sejumlah wartawan di Mapolsek Daik, Lingga, Selasa, 28 November 2017 sore.

Disebutkannya, sejauh ini belum diketahui penyebab dari kebakaran. Dan saat ini, petugas terus melakukan penyidikan penyebab kebakaran yang membumi hanguskan puluhan ruko dan menyebabkan kerugian puluhan miliar rupiah ini.

“Ada warga yang melihat, api sudah membesar di salah satu bangunan akuarium,” katanya.

BACA: Pasar Kampung Cina Merupakan Pusat Perbelajaan, Kebakaran Bumi Hanguskan Puluhan Ruko, Lumpuhkah Perekonomian Daik?

Kejadian yang menyisakan duka ini menarik Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Dikabarkan orang nomor satu di Provinsi Kepri ini akan melakukan kunjungan ke Pasar Kkampung Cina ini.

“Malam ini gubernur akan datang melihat kondisi di lapangan. Mudah-mudahan dapat meringankan beban korban,” ujar tokoh masyarakat Aziz Martindas kepada mediakepri.co.id

Aziz menyebutkan, langkah selanjutnya Pemerintah Daerah (Pemda) Lingga untuk mengambil langkah antisipasi agar  tidak terjadi kelumpuhan ekonomi. Untuk itu, tambahnya, harus ada kordinasi yang terbangun dengan rapi dan masif antara dinas terkait. Dengan adanya kordinasi ini, katanya, mampu menjaga stabilitas harga dikhalayak masyarakat, terutama untuk para korban yang mengalami musibah ini.

“Selain itu mungkin saja dikhawatirkan harga melambung tinggi, tidak menutup kemungkinan besar ada oknum oknum  yang memanfaatkan kesempatan ini, ” ujarnya menegaskan. (bran)

 

 

 

Editor :