Selasa | 24 September 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Keterlaluan! Setelah Mulutnya Dilakban, Siswi ini Digilir Pacarnya dan Pegawai Koperasi

Minggu | 26 November 2017 | 16:55

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kupang – Seorang siswi SMP di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sang pacar yang adalah seorang mahasiswa.
Remaja berinisial LAMC (15) ini diperkosa AJ (23).

Selanjutnya AJ menyerahkan LAMC kepada rekannya NPN (24), pegawai koperasi.

LAMC pun menjadi korban pemerkosaan NPN.

Pemerkosaan terhadap LAMC terjadi di kos AJ di Lao, Kelurahan Bangka Tuke, Kota Ruteng, Rabu 22 november 2017 sekitar pukul 23.00 Wita.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolres Manggarai, AKBP Drs. Marselis Sarimin K, M.Pd melalui Kasubag Humas, Ipda Daniel Djihu saat dikonfirmasi, Jumat 24 november 2017.

Daniel mengatakan, polisi telah menerima laporan dari orangtua korban setelah mendapat pengaduan dari LAMC.

Setelah menerima laporan, polisi bergerak cepat. Beberapa jam kemudian polisi berhasil menangkap kedua pelaku, Kamis 23 november 2017 malam.

“Kedua pelaku ditangkap di kos-kosan mereka di Lao. Keduanya mengakui perbuatannya,” jelas Daniel sembari menambahkan AJ dan NPN ditahan.

‘Kasus ini ditangani penyidik PPA Polres Manggarai. Sekarang ini dalam proses pemeriksaan,” ujarnya.

Daniel menuturkan, kasus pencabulan terjadi berawal dari AJ mengajak LAMC ke kosnya.

AJ dan LAMC pacaran.

Menurut LAMC, usia pacaran mereka satu minggu, sedangkan AJ mengatakan mereka baru sehari pacaran.

Saat berada di kamar kos, AJ memerkosa LAMC.

Sadisnya, AJ memplester mulut LAMC dengan lakban.

“Sebelum dicabuli, mulut korban dilakban lalu pakaiannya dilucuti. AJ yang lebih dulu melakukan tindakan pencabulan sebanyak dua kali,” jelas Daniel.

Setelah itu, AJ menyerahkan LAMC ke NPN. NPN memerkosa korban sebanyak dua kali.
Daniel menduga AJ dan NPN takut korban berteriak sehingga mulut korban dilakban.

“Penyidik masih bekerja dan mendalami kasus tersebut. Yang jelas kasus ini akan menjadi prioritas untuk dituntaskan,” kata Daniel.

“Kasihan korban harus kehilangan masa depannya,” ujar Daniel lirih.(***)

Editor :