Senin | 14 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Masih Ingat 2 Sejoli Korban Persekusi yang di Arak Sampai Bugil? Kondisi Si Wanitanya Jadi Begini, Bikin Sedih

Jumat | 17 November 2017 | 11:17

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Tidak tanggung-tanggung, dalam mengusut kasus persekusi terhadap pasangan kekasih di Desa Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin lalu, pihak kepolisian tidak hanya menciduk 6 pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan dan penganiayaan, tetapi juga melindungi kedua pasangan pria dan wanitanya.

Bahkan pihak kepolisian pun akan memfasilitasi kedua pasangan ini jika ingin menggelar resepsi pernikahan.

Maklum, seperti diwartakan beberapa program teleivisi swarta, Kondisi kejiwaan kedua korban tindakan persekusi itu di Banten, mengalami guncangan. Sebab, mereka mengalami Penganiayaan, ditelanjangi, diarak keliling kampung, serta perekaman oleh warga masih menghantui keduanya.

Apalagi video mereka tersebar.

Dilansir dari tayangan Liputan6 Malam SCTV, Kamis 16 november 2017, rekaman yang berbau pornografi itu sangat tidak pantas, apalagi kini disebar.
Bahkan, korban M, perempuan yang masih berusia 20 tahun itu, masih trauma berat.

Dia masih kerap menangis di Rumah Perlindungan Polisi. Bahkan untuk memulihkan trauma itu, polisi pun menghadirkan tim psikiater untuk mendampingi korban selama proses penyelidikan dan penyidikan.

Fasilitasi Pernikahan

Pasangan ini memang tengah mempersiapkan pernikahan. Maka itu, Polisi sudha menyatakan akan memfasilitasi pernikahan pasangan korban persekusi di Cikupa, Tangerang.

Kedua korban, M dan R, akan dijadikan peserta nikah massal pada awal Desember 2017.

“Kami ada maksud dan tujuan Kapolres rencana akan fasilitasi (akad nikah kedua korban, red) di Polresta Tangerang,” kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Wiwin Setiyawan di gedung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jalan Jatibaru, Cideng, Jakarta Pusat, Kamis 16 november 2017.

Wiwin menceritakan kedua korban, M dan R, memang telah memiliki rencana menikah.
Jika berkenan, keduanya akan didaftarkan dalam program nikah massal Polresta Tangerang pada awal Desember mendatang.

“Kan kedua korban sudah punya rencana mau menikah.”

“Kebetulan Pak Kapolres (Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif, red) ada program sosial nikah massal. Kemungkinan kedua orang ini akan dimasukkan jadi peserta nikah massal awal Desember ini,” ucap Wiwin.

M dan R Sudah Dipulangkan

Wiwin mengatakan kedua korban saat ini berada di rumah keluarganya.

Yakni berada di rumah orang tua korban lelaki yang berinisial R di Kabupaten Tigaraksa, Tangerang.

“Kalau laki-laki kan asli orang Tigaraksa. Kalau perempuan M kan pendatang, dari Bengkulu.

Sementara M tinggal bersama pihak orang tua lelaki. Inisial R,” kata Wiwin.

Dalam perkara ini, polisi telah menahan dan menangkap 6 tersangka, yakni ketua RT berinisial T dan ketua RW berinisial G serta 4 orang lainnya, yakni A, I, S, dan N.

Mereka diduga melakukan tindak pidana yang melanggar pasal 289 tentang pelecehan seksual, pasal 335 tentang pembiaran adanya kekerasan, dan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dengan ancaman penjara selama 9 tahun.

Keenamnya diduga terlibat dalam upaya menggerebek, mengeroyok, dan menelanjangi pasangan R dan M di kontrakan M di Kampung Kadu RT 07 RW 03 pada Sabtu 11 november 2017 sekitar pukul 22.00 WIB, Cikupa, Tangerang.

Para tersangka menduga pasangan itu berbuat mesum. Padahal keduanya tengah menyantap makan malam. (***)

Editor :