Kamis | 28 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Setnov Resmi Masuk Daftar Pencarian Orang KPK, Surat Ditembuskan ke Interpol dan Kapolri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) untuk Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov). Status buron itu ditetapkan karena Setnov belum juga menyerahkan diri ke KPK terhitung dari 1×24 jam sejak penyidik mengeluarkan surat penangkapan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pimpinan KPK telah meminta Mabes Polri memasukkan nama Setnov ke dalam DPO. Surat itu ditembuskan langsung ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Interpol.

Loading...

“Diputuskan oleh Pimpinam KPK mengirimkan surat ke Mabes Polri. Tembusan ke Kapolri dan Interpol menjadikan nama yang bersangkutan masuk ke dalam DPO,” kata kata Juru Bicara KPK di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 16 November 2017.

Setnov ditetapkan sebagai DPO berdasarkan Pasal 12 ayat (1) huruf h dan Pasal 12 ayat (1) huruf i UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK. Di mana dalam Pasal 12 ayat (1) huruf h itu disebutkan dalam melaksanakan tugas penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan, KPK berwenang meminta bantuan Interpol Indonesia atau instansi penegak hukum negara lain untuk melakukan pencarian, penangkapan dan penyitaan barang bukti di luar negeri.

Sementara pada Pasal 12 ayat (1) huruf i disebutkan jika KPK berwenang meminta bantuan kepolisian atau instansi lain yang terkait untuk melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan dalam perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani.

“KPK Menggunakan hak tersebut dan meminta kepolisian untuk membantu pencarian. Tentu tim KPK juga lakukan pencarian. Dan dapat dilakukan tindakan hukum yang lain,” ujar dia.

Loading...

Febri menjelaskan, DPO diterbitkan karena Setnov tidak bersikap kooperatif. Pertama, pada Rabu 15 November 2017, tim penyidik telah mendatangi rumah Ketua Umum Partai Golkar itu dengan membawa surat perintah penangkapan.

Namun, saat di lokasi penyidik tidak menemukan Setnov. Tersangka kasua dugaan korupsi KTP-el ini dikabarkan telah meninggalkan kediamannya. Setelah itu, tim melacak keberadaan Setnov.

Bahkan, KPK pun mengultimatum Setnov untuk segera menyerahkan diri selama 1×24 jam. Namun, ultimatum itu tidak digubris, hingga kini Setnov tidak menampakkan batang hidungnya di markas Antikorupsi.

“Tentu saja tugas itu dilaksanakan. Setelah proses pencarian kami kroscek validitas. Sampai akhirnya diputuskan pembicaraan di internal KPK Sampai sekitar malam karena kami tak mendapatkan kedatangan atau penyerahan diri dari tersangka SN,” pungkas Febri. (***)

sumber: metrotv

Loading...
Loading...