Senin | 14 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

WAS-WAS!!  Debit Air Bengawan Solo Turun Mendadak, Tanah Langsung Amblas, Begini Kata Warga

Selasa | 21 November 2017 | 13:50

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Debit air Sungai Bengawan Solo mulai surut. Namun, turunnya debit air membawa dampak rumah di Desa Kedayung, Kecamatan Laren. 8 Rumah tanahnya amblas dan tergerus aliran sungai.

Salah satu pemilik rumah yang tanahnya amblas aliran sungai yakni, Askuri (65). Askuri mengaku sebelum amblas, tanah di rumahnya berdiri sepanjang 100 meter dengan lebar 12 meter. Namun, kata Askuri, karena tergerus kini tanahnya tersisa 12×16 meter.

“Ya tanah di sekitar rumah saya juga amblas. Banyak tanah saya hilang karena tergerus aliran Bengawan Solo,” kata Askuri kepada wartawan di lokasi, Selasa 21 november 2017.

Askuri mengaku, tanah di belakang rumah amblas Sungai Bengawan Solo sejak Sabtu 18 november 2017. Dia dan keluarganya kini was-was. Sebab, sewaktu-waktu tanah di bawah rumahnya bisa amblas.

“Rumah saya yang bagian belakang sudah amblas dan yang mengkhawatirkan kalau air surut atau debit air Bengawan Solo turun mendadak, tanah langsung amblas” kata Askuri kepada wartawan.

Sekretaris BPBD Lamongan, Ahmad Zaini mengaku di Desa Keduyung ada 4 rumah yang amblas. Sementara di Kecamatan Laren, tepatnya di Desa Centini, belasan rumah tanahnya rawan tergerus air.

“Kalau di Desa Centini ada 19 rumah yang rawan tergerus aliran Bengawan Solo,” tambahnya.

Zaini menjelaskan pihaknya menyarankan kepada warga yang rumahnya rawan longsor mengungsi ke rumah kerabat. Jangka panjangnya, kata Zaini, pihaknya menyarankan warga untuk pindah rumah ke lokasi yang lebih aman.

“Untuk korban banjir, pemerintah sendiri juga memberikan ganti rugi pertanian pada petani yang terkena musibah. Seperti banjir antara Rp 4-Rp 6 juta per satu hektar-nya,” terang Zaini. (***)

 

Sumber:detiknews.

Editor :