Rabu | 16 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Walikota dan Wakil Walikota Batam

BATAM

Waww..! Apa Jadinya Kalau Program MNCtv Group Tidak Ditayangkan Lagi oleh Operator TV Kabel

Minggu | 26 November 2017 | 23:12

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Gabungan Operator Televisi Kabel Indonesia (GO-TVKI) yang sudah berpartisipasi membantu pemerintah dalam pembangunan penyampaian informasi kepada masyarakat luas di Indonesia, merasa tertekan dengan adanya intimidasi yang berupa pelarangan penyiaran Chanel Free to Air (FTA) dari sejumlah Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) mengudara pada frekwesi publik yang dilakukan oleh segelintir oknum kepada para operator TV Kabel.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Wilayah Kepri GO -TVKI Dwijadmoko pada Jumat, 24 November 2017 di hotel Pasific Jodoh.

Dia mengatakan keberadaan Chanel FTA dari sejumlah Lembaga Penyiaran Swasta yang mengudara pada frekwensi publik, semestinya harus dapat dinikmati oleh masyarakat luas Indonesia. Namun kenyatakaannya, katanya, ada siaran TV swasta nasional (MNC Group) dengan menggunakan frekwensi publik, yang seharusnya dapat dinikmati oleh masyarakat secara gratis, malah mewajibkan operator TV Kabel untuk membayar kepada pihak MNC sebesar Rp 15 000/pelanggan setiap bulannya.

Untuk menyingkapi adanya intimidasi yang berlangsung terus menerus berupa pelarangan penyiaran Chanel FTA dari segelintir oknum kepada para operator TV Kabel yang telah sukarera menyebarluaskan siaran.

“Kami setelah tanggal 13 Oktober 2017 lalu mendeklarasikan Gerakan Nasional Tayang FTA gratis, kembali menuntut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, untuk kebebasan penayangan chanel FTA tersebut demi kebutuhan dan hak seluruh masyarakat Indonesia sekaligus membantu pemerintah mengimplementasikan informasi yang merata dan berkeadilan,” kata Dwijatmoko

Dikatakannyam operator TV Kabel sampai sekarang masih menayangkan siaran stasiun MNC TV group. Sebelumnya, katanya, kami menaikan iuran kepada masyarakat, untuk biaya perawatan instalasi, membeli chanel luar negeri berbayar, dan biaya pemasangan plang instalasi yang di anjurkan oleh Wali Kota.

“Kami merasa keberatan kalau harus membebankan lagi iuran kepada masyarakat, melihat kondisi perekonomian masyarakat saat ini, yang sedang menurun,” ujar Anton, Manager Go TVKI kepada mediakepri.co.id di tempat yang sama. (bayu wasono)

Editor :