TANJUNG PINANG

Gubernur Kembali Mengingatkan Masyarakat untuk Terus Menjaga Kepri Selalu Aman dan Nyaman

Senin | 11 Desember 2017 | 12:30

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur H Nurdin Basirun menyampaikan rasa bangganya jika banyak generasi muda semakin aktif dan menunjukkan eksistensinya dari rumah ibadah. Upaya mewujudkan generasi yang Qurani sudah mulai berjalan dan harus semakin cepat terealisasi.

“Untuk generasi muda muslim, teruslah memakmurkan masjid. Banyak kejayaan Islam dimulai dari masjid-masjid,” kata Nurdin saat Safari Subuh di Masjid Mukhtarul Arifin, Perumahan Cipta Asri, Tembesi Batam, Ahad 10 Desember 2017.

Muktarul Arifin merupakan masjid kelima yang dikunjungi Nurdin dalam rangkaian Safari Subuh dan Maulid Nabi pada Sabtu dan Ahad ini. Pada Sabtu 9 Desember 2017 subuh, Nurdin memulai aktivitas di Masjid At Thoyyibah Sei Lakam, Karimun.

Nurdin juga menghadiri Maulid di Masjid Pulau Kasu, Batam. Di Pulau Batam, Sabtu malam, Nurdin menghadiri peringatan Maulid Nabi di Masjid Al Mi’raj Kampung Belimbing Bengkong. Sebelumnya, pada Jumat malam, Nurdin bersama Sekdaprov H TS Arif Fadillah memghadiri peringatan Maulid di Pulau Kundur.

Nurdin bersyukur tradisi masyarakat Melayu masih terus dilaksanakan dan turunkan kepada generasi muda seperti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada Ahad 17 Desember 2017 pekan depan, Nurdin pun mengajak semua pihak untuk hadir pada peringatan Maulid Nabi di Gedung Daerah Tanjungpinang yang menghadirkan Ustad Arifin Ilham.

“Peringatan Maulid Nabi kita jadikan momentum untuk mencontoh dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari segala suri tauladan serta sifat-sifat Nabi Muhammad SAW sehingga ketentraman kehidupan tercapai,” kata Nurdin.

Gubernur kembali mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga Kepri selalu aman dan nyaman. Semangat gorong royong dan sikap toleransi yang menjadi jati diri orang Kepri harus terus ditingkatkan.

Dalam zaman yang kabar hoax begitu cepat menyebar, Nurdin mengingatkan masyarakat untuk selalu selektif tiap menerima informasi dan tidak cepat emosi. Situasi keamanan dan ketertiban provinsi Kepri semakin terjaga dengan mengindari sifat hasut, fitnah dan iri.

“Mari kita tingkatkan silaturahmi dan bermusyawarah secara kekeluargaan untuk menyelesaikan setiap permasalahan,” kata Nurdin.

Generasi muda menjadi perhatian khusus Nurdin dalam setiap aktivitasnya di masjid-masjid dan pulau-pulau. Dia berharap para guru agama maupun pendidik TPQ untuk selalu dengan ikhlas memberikan ilmu pengetahuan agamanya sehingga menjadi benteng dalam menghadapi modernisasi/kecanggihan pengaruh budaya yang tidak baik sari perkembangan teknologi.

Satu hal yang selalu ditekankan Nurdin adalah pengaruh narkoba yang berupaya merusak dengan berbagai cara. Anak-anak Kepri, harus menjauhi zat perusak generasi ini. Dia berterima kasih aparat keamanan dan elemen masyarakat lainnya terus memerangi narkoba.

Selain aktivitas keagamaan, olah raga menjadi salah satu kegiatan yang menjauhkan anak-anak dari narkoba. Apalagi Kepri sebagai daerah kepulauan juga dimanfaatkan orang-orang yang tak bertanggung jawab dengan merusak generasi mudanya.

“Pak Polisi dan Pak TNi, titip pembinaan generasi muda di pulau-pulau ini. Mereka tidak kalah dalam banyak hal cuma laluan dan peluang belum begitu besar,” kata Nurdin.

Karena itu, Nurdin menegaskan pihaknya akan berupaya memberi laluan kepada anak-anak pulau agar bisa aktif pada banyak aktivitas positif. Tiap ada penerimaan baik di TNI atau Polri, kata Nurdin, dia selalu meminta agar anak-anak pulau diprioritaskan.

“Secara fisik mereka kuat. Paham kondisi daerah yang berpulau-pulau. Biar bersama-sama menjaga NKRI,” kata Nurdin.

Soal laluan dan kesempatan, Nurdin menyampaikan bahwa anak-anak Kepri sudah bisa beraktivitas pada perkembangan teknologi penerbangan. Saat berkunjung ke GMF AeroAsia, di Bandara Cengkareng Jakarta beberapa waktu lalu, Nurdin mengunjungi 65 anak-anak Kepri yang sudah bekerja di sana.

Dalam kunjungan ke pulau-pulau, Nurdin menyampaikan, setiap mendapat laluan, anak-anak Kepri pasti bisa dan mengabdi dengan dedikasi tinggi. Jika dulu hanya paham dengan sampan dan tali-talinya, kini ada anak Kepri yang bisa membongkar pesawat dan merakitnya kembali untuk kembali terbang.

“Tiap ada kesempatan dan laluan, kita pasti bisa. Anak-anak akan berjaya, apalagi selalu memulai aktivitas sejak shalat subuh,” ingat Nurdin lagi. (***)

sumber: kepriprov.go.id

Editor :