Minggu | 06 Desember 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Alasan Mistis di Balik Pembunuh yang Merebus dan Memakan Alat Kelamin Korban

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Sadis dan tak berprikemanusiaan. Itulah kata yang pas untuk menggambarkan pembunuhan M Dasurullah yang terjadi pada tanggal 7 desember lalu di Kabupaten Batanghari.

Adalah Terusman alias Mansyur bin Jaman (54) dan anaknya berinisial RD (16) warga Solok Selatan Sumatera Barat yang menjadi tersangka sekaligus otak pembunuhan.

Loading...

Kepada awak media tersangka Mansyur, mengaku tega menghabisi nyawa korban karena dendam.

Diungkapkannya, korban tidak pernah mengeluarkan gaji mereka selama tiga tahun bekerja sebagai penjaga sekaligus pemanen kebun sawit milik korban.

“Selamo kito kerjo lebih kurang 3 tahun, tidak sekalipun gaji dibayakannyo. Awalnyo dijanjikan sebulan dua juta perorang tapi dag dibayarkannyo jugo,” ujarnya kepada tribunjambi.com, Kamis 14 Desember 2017.

Peran anaknya RD (16) sendiri yaitu untuk membawa korban dari pondok TKP dan dikuburkan di pinggiran sungai.

Loading...

Pada saat dilakukan Press Realease di Polres Batanghari, kronologis pembunuhan itu akhirnya diungkap secara detail. Ternyata pelaku sempat memutilasi kelamin korban dan merebusnya.

Sang eksekutor Mansyur juga membeberkan bahwa ia menghabisi korban dengan menggunakan golok.

” Saat kejadian Korban tengah tertidur di pondoknyo, pas lagi tidur tulah sayo datang dan langsung membacok bagian lengan hingga ke perut korban. Pada saat itu korban masih hidup dan langsung sayo bacokan lagi ke leher korban hingga tewas,” Jelasnya kepada tribunjambi.com

Usai memastikan korban meninggal dunia, dibantu anaknya ia langsung mengamankan mayat korban untuk dikubur.

Sebelum dikubur, itulah tersangka terlebih dahulu memotong alat vital korban untuk kemudian direbus dan dimakan. Tujuannya untuk menghindari gangguan dari arwah korban.

” Sudah sayo potong menggunakan golok, lalu sayo rebus sebelum akhirnya dimakan.. Supayo arwah korban dag ngantui sayo,” ungkapnya.

Parahnya, Mansyur mengaku melakukannya dengan penuh kesadaran dan tanpa rasa jijik ataupun geli. (***)

Loading...
Loading...