Sabtu | 19 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

ASTAGFIRULLAH!!! Bayi Amel Dibuang Orangtuanya Karena Mengidap Kanker Kulit

Selasa | 12 Desember 2017 | 10:55

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Semua ibu ingin melahirkan bayi yang dalam kondisi sehat.

Demikian juga si bayi, kalau bisa meminta maka nggak ingin lahir dalam kondisi cacat ataupun sakit.

Sebuah kisah sedih datang dari bayi bernama Amel Maeliani Kustanti.

Bayi Amel yang baru berusia 18 bulan, dibuang orangtuanya karena mengidap kanker.

Adalah Ipong dan suaminya yang sekarang menanggung biaya hidup (makan dan pengobatan) pada bayi Amel.

Pasangan yang tiap hari mencari rejeki dari dagang gorengan dan buruh serabutan itu, bukannya nggak tahu dimana keluarga bayi Amel.

Tapi keluarganya memang sudah tak peduli lagi dengan nasib Amel.

Hal ini diungkapkan Ipong ketika ditemui Tribun Jabar di rumah kontrakannya, di Gang Jamiin, Lingkungan Cipadung, Kelurahan Kotakaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin 11 Desember 2017.

Ipong mengungkapkan, dirinya sudah pernah mendatangi keluarga Amel untuk menanyakan keberadaan ibunya dan nasib Amel ke depan.

Ipong mengetahui alamat beberapa keluarga Amel yang berada di Sumedang, salah satunya adalah di Desa Baginda, Kabupaten Sumedang.

“Saya datangi satu-satu, bagaimana pun sebelum memutuskan untuk mengurus Amel kan saya harus coba hubungi keluarganya,” ujar Ipong.

Sayangnya, tak ada satupun keluarga sedarah Amel yang tampak memiliki hati dan peduli pada nasib dan masa depan Amel.

“Yang paling sakit hati itu, kakek Amel bahkan dia bilang tidak akan mengurus Amel lagi, ‘mau dibuang juga tidak apa-apa’ katanya.

Di mana hatinya bicara ke cucunya seperti itu?,” ujar Ipong yang suaranya terdengar bergetar dan keduanya matanya pun terlihat berkaca-kaca.

Bahkan, Ipong mengungkapkan, sang kakek, ayah dari ibunda Amel, sudah menutup mata pada penderitaan yang dialami cucunya.

Ipong menceritakan, dirinya pernah tak sengaja bertemu perempuan yang menjadi ibu bocah malang itu di jalan.

Bukannya merasa bersalah atau memperlihatkan kasih sayang ke anaknya, perempuan itu justru tampak acuh dan berpura-pura tak kenal dengan Ipong dan Amel.

“Mungkin walaupun masih kecil, Amel sudah tahu jahatnya ibunya.

Tidak pernah, tuh, Amel menanyakan ibunya, Amel sayangnya pada saya dan Abah (suami Ipong) saja,” ujar Ipong.

Ipong bahkan dengan tegas mengungkapkan bahwa bila suatu hari perempuan itu datang kembali dan meminta Amel, Ipong tak akan membiarkan perempuan itu membawa bocah mungil yang kini diasuhnya.

“Dia tidak akan mengurus Amel dengan benar.

Sekarang saja ditinggalkan seperti tak punya hati!” Seru Ipong. (***)

Editor :