Rabu | 16 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Ayah hampir Pingsan Saat Dokter Berkata, Tubuh Irma Akan Dimasukkan Besi Kaku dari Mulut Hingga ke Paru-Paru.

Senin | 11 Desember 2017 | 16:11

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sumedang – Irma Sopiani (16), gadis yang tak sengaja menelan jarum pentul, dijadwalkan melakukan bronkoskopi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hari ini, Senin 11 Desember 2017.

Sebelumnya, Irma sudah dua kali mendatangi RSHS setelah dirujuk dari RSUD Kabupaten Sumedang.

Terakhir, Irma mendatangi RSHS pada Kamis 7 Desember 2017, untuk melakukan pemeriksaan.

Dihubungi Tribun jabar, Dimas Apriana (33), paman Irma menceritakan kejadian ketika Irma melakukan pemeriksaan di poli THT RSHS kala itu.

Dimas mengungkapkan, ketika dokter menjelaskan mengenai tindakan bronkoskopi yang akan dilakukan pada Irma, sang ayah, Yusuf Sopian (40) ketakutan hingga hampir pingsan.

“Ayahnya Irma bahkan sampai hampir pingsan, mukanya pucat sekali,” ujar Dimas.

Menurut Dimas, dokter memang menjelaskan bronkoskopi dengan cara yang menakutkan untuk orang awam seperti mereka.

Dokter menjelaskan, bila melakukan bronkoskopi, tubuh Irma akan dimasukkan besi kaku dari mulut hingga ke paru-paru.

Bahkan, dokter itu menakut-nakuti, katanya kalau besi alat bronkoskopi itu dipukulkan ke tembok, tembok yang hancur. Siapa yang tidak akan takut?” ujar Dimas.

Mendengar itu, Dimas menceritakan, Ayah Irma langsung terduduk lemas di lantai.

Wajahnya pucat, ketakutan, dan hampir pingsan.

Bahkan untuk berjalan ke luar ruangan saja sampai harus dipapah.

“Kebetulan kan ayahnya punya kelainan jantung, pernah dibedah jantung juga,” ujar Dimas.

Barulah setelah setuju akan melakukan bronkoskopi, pihak keluarga diberitahu bahwa kemungkinan bronkoskopi akan dilakukan menggunakan pipa elastis, bukan besi.

Dimas berharap dokter dapat menjelaskan tanpa harus menakut-nakuti pasien ataupun keluarga pasien.

Dilansir dari docdoc.com, bronkoskopi merupakan prosedur kesehatan yang dilakukan dengan memasukkan alat bernama bronkoskop melalui tenggorokan, laring, trakea ke dalam bronkus untuk melihat bagian toraks (dada).

Tindakan ini dapat dilakukan untuk mendiagnosis dan mengobati suatu penyakit serta mengambil sampel jaringan atau mukus melalui tindakan yang disebut biopsi. (***)

Editor :