Sabtu | 19 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Ayah Jangan Iri Ya! Anak Seharusnya Tidur dengan Ibu Sampai Umur 3 Tahun, Bagus untuk Perkembangan

Minggu | 10 Desember 2017 | 10:42

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Seorang dokter menyarankan agar bayi tidur di tempat tidur ibu sampai mereka berusia minimal tiga tahun.

Saran ini berasal dari seorang dokter anak yang menemukan bahwa bayi berusia dua hari yang tidur di ranjang terpisah dari ibunya merasa kurang nyenyak daripada mereka yang tertidur di dada ibu mereka.

Dilansir dari Dailymail, selain itu, tidur terpisah juga diklaim membuat jantung mereka berada dibawah tekanan.

Tidur terpisah membuat ibu dan anak sulit untuk terikat, dan merusak perkembangan otak.

Para peneliti juga takut hal ini bisa menyebabkan perilaku buruk pada saat anak sudah tumbuh besar.

Dr Nils Bergman dari Universitas of Cape Town, Afrika Selatan mengatakan untuk mendapatkan perkembangan optimal, bayi baru lahir yang dalam keadaan sehat harus tidur di dada ibu mereka selama beberapa minggu pertama.

Setelah itu, mereka harus tidur satu ranjang dengan ibu sampai berumur tiga bahkan empat tahun.

Namun, sebuah penelitian yang menghubungkan bed-shering dengan peningkatan kemarian di ranjang karena kekhawatiran ibu akan berguling menindihi sang anak tidak menyarankan hal ini bagi ibu yang tidak bisa mengatur geraknya saat tidur.

Sebuah penilitian di Inggris menunjukkan adanya kematian bayi secara tiba-tiba, hampir dua per tiga dari mereka mati ketika tempat tidur satu ranjang dengan ibu.

Tetapi, Dr Bergman memberikan komentar lain soal ini.

“Ketika bayi mengalami kematian di ranjang, hal ini bukan karena ibu ada di samping mereka. Itu karena hal lain sperti asap rokok beracun, alkohol, bantal besar, dan mainan berbahaya,” kata Dr Bergman.

Enam belas bayi yang menjadi sampel dalam penelitian ini dipantau saat mereka tidur di dada ibu dan di ranjang samping tempat tidur.

Pemantauan memperlihatkan jantung bayi berada di bawah tekanan lebih banyak saat dia tidur sendiri.

Selain itu, hanya enam dari 16 bayi yang tidur nyenyak namun kualitasnya jauh lebih buruk dibandingkan yang tidur bersama ibu.

Dr Bergman mengatakan kalau perubahan pada otak yang disebabkan oleh hormon stres akan menyebabkan anak lebih sulit diatur, hal ini bisa menyebabkan masalah seperti pergaulan bebas.

National Childbirth Trust mendukung pembagian tempat tidur, selama orang tua belum merokok, minum atau menggunakan narkoba dan tidak mengalami obesitas, sakit atau terlalu lelah.

Profesor George Haycock dari Yayasan Studi tentang Kematian Bayi, mengatakan: “Posisi kita sebagai pondasi adalah kita berhutang kepada masyarakat untuk merekomendasikan tempat yang paling aman berada di tempat tidur di kamar orang tua. (***)

Editor :