Selasa | 26 Januari 2021 |
×

Pencarian

BATAM

Bentuk Penghormatan Walikota Terhadap Media, Candra Ibrahim Jadi Wakil Insan Pers

Bersempenaan Hari Jadi Batam Ke-188

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Walikota Batam memberikan apresiasi terhadap 10 bidang yang memberikan kontribusi di Kota Batam. Dimana pada malam puncak Hari Jadi Batam Ke-188, 18 Desember 2017, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan anugerah Batam Madani kepada tokoh yang dinilai memiliki komitmen dalam pembangunan dan kelestarian kearifan lokal.

Loading...

Dari sejumlah tokoh yang menerima penghargaan ini, ada satu nama yang mewakili dunia jurnalis. Dan Candra Ibrahim adalah wakil yang menerima penghargaan tersebut.

Mengawali profesinya sebagai jurnalis pada tahun 1993 sebagai Wartawan di Harian Riau Pos. Desember 2004, ia dipercaya memimpin harian terbesar di Kota Batam, Batam Pos sebagai pimpinan redaksi. Berkat keberhasilannya sebagai pimpinan redaksi, ia pun dipercaya menjadi pimpinan umum di harian Batam News. Ia juga sebagai pelopor berdirinya Koran Tanjung Pinang Pos tahun 2009 lalu. Ia kemudian dipercaya menjadi general menager Batam Pos sebelum menjabat direktur di jajaran Direksi Batam Pos.

Kesibukan lainnya sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri sejak tahun 2015. Untuk di Serikat Perusahaan Pers (SPS), ia menjabat sebagai wakil ketua dan ditunjuk sebagai Ketua Tim Verifikasi media di Kepri. Ia juga tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Kabupaten Natuna, sebagai Wakil Sekretaris pada Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam. Disela Kesibukannya, ia berhasil mengarang sebuah buku yang berjudul “Membranding Batam, Menjual Kepri”. Dan pada tahun 2009 telah lulus dalam mengikuti program international visitor leadership di Amerika.

Selain Candra Ibrahim, berikut perwakilan yang menerima penghargaan Batam Madani Hari Jadi Batam Ke-188, yakni:

Loading...

Efrizal, SE. Bersama-Sama teman yang berkiprah di cidang sosial. Pria yang memiliki empat anak ini, mendirikan yayasan Embun Pelangi pada Oktober 2008 lalu. Tingginya angka korban eksploitasi seksual anak, kekerasan terhadap perempuan dan anak, pengguna narkoba, human trafikking serta rentannya rerempuan dan anak tertular HIV/Aids, melatar belakanginya untuk mendirikan Yayasan Embun Pelangi.

Dimana ia memberikan bantuan advokasi, penyelamatan dan pendampingan selama proses hukum sampai pelaku mendapat hukuman dengan harapan dapat menekan angka kejahatan terhadap eksploitasi seksual anak di Kota Batam.

Bidang Pengusaha, Hartono/Akau. Sebagai seorang pengusaha sukses memiliki berbagai macam usaha, mulai dari property, industri hingga Perhotelan. Bisnisnya diawali dengan mendirikan PT Citra Buana Prakarsa, menjadi perusahaan terkemuka di Batam yang didirikan oleh Hartono pada tahun 1988. Disusul pada 1998 Hartono kembali mendirikan PT Citra Buana Prakarsa 2 dan pada tahun 2002 kembali dibuka cabang PT. Citra Buana Prakarsa 3 di Batamcentre. Di Tahun 2000 Hartono melebarkan usahanya ke perhotelan dengan membangun Hotel Swis In dan Swis Bell In. Melihat tingginya orang keluar masuk Batam-Singapura, Hartono pun mendirikan Pelabuhan Harbour Bay di Batuampar. Pelabuhan yang Ia dirikan pada tahun 2003 dilengkapi dengan fasilitas hotel. Kemudian pada tahun 2012 sebagai Kota Transit, tahun 2003 Hartono membuka usaha baru membangun sebuah mall yang diberi nama Kepri Mall. Ditahun 2012 kembali Hartono membangun hotel di kkwasan Harbour Bay, Hotel Swiss Bell. Ditahun 2014 ayah empat anak ini kembali membangun hotel dengan nama Jazz Hotel. Saat ini perusahaannya tengah mempersiapkan untuk membuka PT.Citra Buana Prakarsa 4 di Dapr 12  2018. Projek yang akan dikerjakan ke depan pembangunan Hotel Jw Marrioth, Office Tower 14 Lantai. Dari seluruh usaha yang didirikannya, Hartono Memiliki 3000 Karyawan. Hartono merupakan kelahiran Belakang Padang, 24 Juni 1958.

Tokoh Keagamaan, Junaidi Jum’ah. Menjabat kepala Bidang Tilawah Seni Membaca Al-Qur’an di Qur’an Centre, Junaidi Jam’ah bersama rekan-rekannya berhasil mengantarkan anak-anak Batam sukses sebagai pemenang pada Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional Maupun Internasional. Dilahirkan di Sungai Besar Lingga, 6 Juni 1968 pernah mewakili Kota Madya Batam sebagai peserta MTQ di Provinsi Riau Pada Tahun 1984 Dan 1985.

Bidang Tokoh Perempuan, Hj. Nuraeni Martin Langi. Sebagai pelopor berdirinya Yayasan Graha Lansia Kota Batam, Hj. Nuraeni Martin Langi ingin para orang tua di Batam memiliki tempat berkumpul bersosialisasi dan berbagi ilmu. Sejak berdiri 8 tahun lalu, Kini yayasan yang dipimpin mantan anggota DPRD Kota Batam 1999-2004 memiliki 400 anggota. Wanita kelahiran Palembang, 17 September 1957 ini berprinsip meski sudah memasuki usia lanjut tetap masih bisa berkarya.

Bidang Kebudayaan, Raja Zahari Ibni Raja Muhammad Nur. Dikenal dengan nama Raja Bujang, Buya Cik Atau Wak Engku Lahir di Nongsa Batam pada 31 Desember 1930. Ia merupakan keturunan ke -7 dari Raja Isa Ibni Raja Ali (Marhum Pulau Bayan) yang di Pertuan Muda Ke-5. Dimasa hidupnya beliau sehari-harinya sebagai nelayan tradisional yang tinggal di Nongsa. Kejujuran merupakan prinsip hidupnya sehingga ia merupakan orang yang disegani baik kalangan tua Maupun Muda.

Bidang Olahraga, Kris Wiluan. Letak Batam yang dikelilingi laut menjadi latar belakang Kris Wiluan fokus mengembangkan olahraga perahu layar di Kota Batam. Atlit yang berada di bawah binaan PT Citra Tubindo ini telah berhasil meraih prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Saat ini terdapat 30 anak binaan PT Citra Mas yang di didik menjadi atlet layar. Motivasinya adalah menjadikan atlit perahu layar Batam mampu tampil dan bersaing di tingkat nasional dan internasional sebagai pemenang. Prinsip ayah tiga anak ini, laut Batam yang luas dan fasilitas yang sudah tersedia harusnya mampu menjadikan atlit Batam menjadi juara.

Bidang Istiadat Melayu, Said Indra. Aktif di Lembaga Adat Melayu Kota Batam sebagai Wakil Ketua Harian Mendampingi Nyat Kadir. Pria kelahiran 2 November 1951 ini fokus terhadap kebudayaan dan adat istiadat Melayu. Melayu menurutnya bukan hanya sekedar bahasa saja. Baginya banyak pesan dan makna yang terkandung dalam adat istiadat Melayu. Bagaimana aturan berpakaian melayu mulai dari kain samping, cara mengikat kain, kancing baju menurutnya ada makna dan tata caranya. Jika ini tidak diajarkan ia khawatir ini tidak akan dipahami terutama oleh denerasi muda.

Raja Muhammad Amin. Aktif di Lembaga Adat Melayu Kota Batam sebagai Ketua 4 Priode 2016-2021. Ia juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris di perhimpunan Agung Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau-Lingga Kota Batam. Pria yang berkomitmen dalam kelangsungan adat istiadat Melayu ini juga tergabung dalam Rumpun Khazanah Warisan Batam sebagai Sekretaris Umum yang fokus mengurus kampung tua di Kota Batam. Pria kelahiran Tanjung Uma, 27 Juli 1969 ini mengabdi di PT Mcdermott Indonesia sebagai General Affairs Manager sejak tahun 1995. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua KNPI Kota Batam, Karang Taruna dan Anggota Dewan Pakar Perpat.

Bidang Pendidikan, Dr. H. Hardi S. Hood. Pernah menjadi seorang guru di SMEA Indra Sakti Tanjung Pinang, mendirikan sekolah Pendidikan Sekretaris dan Komputer, Vidya Mandala sebelum akhirnya pada tahun 1996 hijrah ke Kota Batam. Di Batam mendirikan perusahaan yang bergerak dibidang listrik, vidya teknika. Pernah menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Kepulauan Riau dan Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2005. Basic sebagai lulusan Sarjana Pendidikan Di UPI Bandung, ia pun mengikuti seleksi anggota Dewan Pendidikan yang diselenggarakan Pemko Batam dan menjadi ketua selama delapan tahun. Sebagai anggota DPD RI yang membidangi pendidikan, ia mengharapkan guru mampu mengimbangi siswa dengan mengupgrade diri dalam hal teknologi (menjadi guru zaman now).

Tokoh Masyarakat 12 Kecamatan Yang Menerima Penghargaan dari Pemko Batam, yakni . Kecamatan Batam Kota H. Andi Sudarmi Dahlan, Kecamatan Bengkong Ermin Yudi, Kecamatan Bulang Timat Rahmat / Long Timat,  Kecamatan Galang Muhammad Amin,  Kecamatan Belakang Padang Suly Abas, S.Pd, Kecamatan Sei Beduk Suparno,  Kecamatan Batu Aji Idham Arrahman, Kecamatan Sagulung Usman Hadi, Kecamatan Batu Ampar Ahmad Dasuki, Kecamatan Lubuk Baja Syahlan Sully, Kecamatan Nongsa H. Ramlan, 12. Kecamatan Sekupang Hendro Apendi

Pada kesempatan tersebut Wali Kota Batam HM Rudi menyampaikan terima kasih kepada para tokoh karena telah bersumbangsih bagi Batam.

“Anugerah Madani tulus diberikan pada pengabdi yang penuh kesetiaan bagi Batam,” ujarnya.

Dalam Kesempatan Hari Jadi Batam ini, Rudi juga menyampaikan akan berkomitmen membangun kota Batam bersama dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan DPRD Kota Batam.

“Kalau semua pemangku jabatan sudah bersatu, maka wajib hukumnya semua masyarakat ikut mendukung,” katanya. (eddy supriatna)

Loading...
Loading...