Minggu | 06 Desember 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Dasar Anak Durhaka, Ibu Stroke tapi di Siksa dan di Pelintir Tangannya Sampai Begini

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Desi, perempuan berusia 29 tahun yang sebelumnya dilaporkan oleh ibu kandungnya bernama Emilda (61) karena telah melakukan penyiksaan meraung-raung saat diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Percut Seituan.

Perempuan beranak dua itu meronta minta dirinya tidak ditahan

Loading...

“Aku enggak ada mukul mamak ku pak. Enggak ada ku apa-apain dia,” katanya pada petugas, Kamis 14 Desember 2017 sore.

Karena melawan, petugas Reskrim yang menangkap Desi sempat naik pitam. Polisi berkacamata hitam itu lantas menyenggak Desi.

“Diam kau! Kurang ajar kau memang. Dasar Malin Kundang kau! Ibu mu sendiri tega kau siksa ya,” senggak petugas sembari menggiring Desi ke ruang pemeriksaan.

Sesampainya di ruang pemeriksaan, Desi dipertemukan dengan sang ibu.

Loading...

Kala itu, Emilda kembali menangis dan meminta polisi agar menangkap anak keempatnya itu.

“Sudah enggak tahan saya pak. Tiap hari disiksanya saya. Saya ini stroke pak, tapi tega dia memelintir tangan saya,” ucap Emilda sesenggukan.

Saking kesalnya, polisi yang menangkap Desi nyaris menampar perempuan yang sudah tiga kali menikah itu.

Polisi kemudian mengarahkan sebuah penggaris ke bangku dimana Desi duduk.

“Kalau sudah ditangkap, nangis kau! Kurang ajar kau! Ibu mu sudah tua, tega kau memukulnya! Anak macam apa kau,” senggak petugas berkali-kali pada Desi.

Mendengar itu, Desi menangis.

Ia seolah-olah tak bersalah. Menurut keterangan polisi, warga yang mengenal Desi mengatakan perempuan beranak dua ini diduga pecandu narkoba. Keterangan itu juga diamini oleh Emilda.

“Memang banyak yang bilang dia pakai narkoba. Tapi saya tidak tahu narkoba itu bagaimana bentuknya. Saya ini sudah tua,” kata Emilda dengan kedua tangan gemetaran.

Lantaran masih diperiksa, polisi menggiring Desi dan Emilda ke ruang SPKT. Polisi masih memintai keterangan anak dan ibu tersebut. (***)

 

sumber: tribunnews.com

 

Loading...
Loading...