Sabtu | 19 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

“Hutang” Motif Pelaku Membunuh Janda Kaya Raya ini

Kamis | 28 Desember 2017 | 14:14

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ngawi – Pelaku pembunuhan terhadap Sulasi (51) yang mayatnya ditemukan terikat tangan dan kaki di Balerejo, Madiun, tertangkap. Pelaku berjumlah dua orang. Pelaku kenal dengan korban.

“Pelaku ada dua. Motifnya karena sakit hati, pelaku dicaci dan dihina oleh korban karena tak bisa membayar saat ditagih utang oleh korban,” ujar Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu kepada wartawan Kamis 28 Desember 2017.

Pranatal mengatakan, kedua pelaku adalah Niharul Imah (28) dan Bima Ramadhani (39), keduanya warga Desa/Kecamatan Paron, Ngawi. Otak dari pembunuhan ini adalah Imah sementara Bima turut membantu membuang mayat korban.

“Tersangka Imah ini membunuh korban karena sakit hati dihina tidak bisa membayar sisa utang Rp 3 juta,” kata Pranatal.

BACA: Janda Kaya Raya Tewas Mengenaskan, Polisi Periksa Keluarga Korban

Imah, kata Pranatal, ditangkap saat kabur di rumah saudaranya di Bekasi dengan alasan mencari pekerjaan pada Rabu 27 Desember 2017. Sedangkan pelaku BR di tangkap di rumahnya.

Pranatal menceritakan kronologi kejadian berdasarkan kesaksian kedua pelaku. Pada Kamis 21 Desember 2017 sekitar pukul 17.00 WIB, korban mendatangi rumah pelaku. Korban diantar Bima dengan mobil sewaan. Bima adalah sopir yang selalu mengantarkan korban.

Korban datang ke rumah pelaku untuk menagih sisa utang Rp 3 juta dari total utang Rp 7 juta. Utang Rp 4 juta sudah dibayar sebelumnya. Namun pelaku belum bisa membayar sisa utang tersebut.

Pengakuan pelaku membuat korban marah. Korban kemudian mencaci pelaku. Pelaku yang tak terima dicaci akhirnya cekcok dengan korban. Pelaku lalu mencekik korban. Mereka bergumul. Namun korban tak berdaya karena ditindih.

Ditambah lagi pelaku membekap korban dengan kain sprei. Pelaku juga mematahkan leher korban dengan menindihnya. Patahnya leher korban membuatnya meninggal. Setelah memastikan korban meninggal, Imah mempreteli perhiasan korban berupa kalung, gelang, dan cincin.

Setelah itu, dibantu Bima, Imah mengikat korban. Korban diikat tangan dan kakinya menggunakan lakban hitam. Mulutnya juga dilakban. Mayat korban lalu dimasukkan ke bagasi mobil yang sebelumnya digunakan Bima mengantar korban. Bersama Bima, Imah membuang mayat korban ke sungai kecil di Dusun Blawung, Desa Gading, Balerejo, Madiun.

“Jadi pelaku utamanya pelaku perempuan, dan pelaku pria hanya membantu. Sebelumnya mereka sudah koordinasi, pelaku pria memancing agar korban menagih utang ke rumah pelaku. Saat di tagih itulah cekcok dan terjadi pembunuhan,” ungkap Pranatal.

Polisi sudah mengamankan barang bukti berupa mobil rental Avanza putih nopol AE 1052 K yang di gunakan pelaku membuang mayat korban. Kedua tersangka dikenakan pasal 340 KUHP sub Pasal 338 KUHP Sub Pasal 365 ayat 2 dan ayat 4 Sub Pasal 351 ayat 3 KUHP Jo Pasal 55 KUHP. Pelaku terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sebelumnya kasus penbunuhan yang menggemparkan warga Madiun ini ditangani oleh Polres Madiun dan dilimpahkan ke Polres Ngawi setelah terungkap identitas korban yang melibatkan Disdukcapil. (***)

sumber: detiknews.com

Editor :