Minggu | 29 November 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Mengintip Kerepotan Petugas di Lapas Nusakambangan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pulau Nusakambangan di Cilacap segera memiliki penjara dengan pengamanan super maksimum. Ditjen Pemasyarakatan (Ditjen PAS) sebagai pengelola siap menampung semua terpidana, baik teroris, narkoba, hingga koruptor.

“Kami tidak melihat jenis kejahatannya, tetapi kalau terpidana tidak kooperatif, super maximum security siap menerima. Sementara yang merepotkan itu kasus narkoba dan teroris,” kata Plt Dirjen Pas, Ma’mun saat berbincang dengan detikcom, Minggu 24 Desember 2017.

Loading...

Namun hingga saat ini, yang paling membuat kerepotan petugas adalah bandar narkoba dan teroris.

Meski di dalam penjara, mereka masih bisa mengontrol peredaran narkoba dan menggerakkan orang-orangnya.

“Tapi tidak semua terpidana narkoba yang masuk. Intinya kalau yang merepotkan,” ujar Ma’mun.

Lapas baru itu nantinya 1 kamar diisi 1 terpidana. Masing-masing kamar dipantau CCTV 24 jam. Disediakan pula X-ray yang sangat peka hingga bisa melihat tulang dan tengkorak orang.

Loading...

“Kalau kasus yang lain (di luar narkoba dan teroris), kita lihat. Kalau merepotkan ya kita masukkan,” ujar Ma’mun.

Sebagaiman diketahui, Menkum HAM dan Kapolri meninjau lapas supermaksimum di Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap pada Jumat 22 Desember 2017 kemarin. Namun baru dua terpidana yang diproyeksikan masuk yaitu teroris dan narkoba.

“Hari ini Kapolri, Deputi BNN, Deputi BNPT sudah mengecek dan di sini ini. Kita kerja sama Kemenkominfo, jam (jammer atau blank area), semua pakai CCTV, semua one person for one room dimonitor selama 24 jam dan semua orang yang ditempatkan di Lapas Batu dan Pasir Putih telah dilakukan assessment oleh tim independen,” kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly di lokasi. (***)

Loading...
Loading...