Rabu | 27 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

MIRIS!! Menengok Keluarga Bayi yang Ditolak Berobat ke Puskesmas di Brebes, Ternyata Begini Kondisinya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Brebes – Emiti (32), ibu dari bayi yang meninggal karena ditolak saat akan berobat di Puskesmas Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Brebes adalah keluarga termiskin di desanya. Keluarga ini menempati sebidang rumah semi permanen yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Saat detikcom berkunjung ke rumah Emiti, Selasa 12 Desember 2017, tampak tidak ada listrik dan fasilitan MCK yang memadai. Rumah keluarga Emiti ini berukuran 5 x 5 meter dengan lantai tanah. Bangunan tembok batu bata hanya terdapat di bagian muka rumah, sisanya menggunakan anyaman bambu yang sudah usang sebagai penyekat antar ruangan. Hanya ada 2 dipan kayu berlapis terpal dan kasus tipis sebagai tempat tidur.

Loading...

Ada tujuh jiwa yang mendiami rumah ini. Mereka adalah lima anak-anak, Emiti, dan seorang nenek tua. Setelah kematian bayi Icha Selvia, kini menyisakan enam orang di rumah tersebut. Sedangkan Saroi, suami Emiti, tidak pernah di rumah karena sedang merantau sebagai nelayan.

Anak-Anak Emiti Ibu Dari Bayi yang Meninggal karna di Tolak Berobat (Istimewa)

“Anak-anak yang sudah besar tidurnya di lantai yang dilapisi plastik dan kasur, sedangkan dipan untuk anak bayi termasuk Emiti,” kata Emiti.

Rumah keluarga ini berada di gang kecil dan akses jalan masuk pun masih berupa tanah yang becek. Demikian pula di halaman rumah, masih banyak genangan air comberan buangan limbah MCK.

Keluarga ini tidak memiliki fasilitas MCK yang layak. Aktifitas mandi dan cuci dilakukan di halaman rumah. Tumpukan kain gombal dan ember-ember berisi air cucian makin membuat kumuh rumah keluarga tersebut.

Loading...

Di bagian dalam rumah pun kondisinya tidak kalah memprihatinkan. Bagian belakang banyak dipenuhi barang-barang bekas. Ada pula kandang ayam yang membuat rumah ini makin tidak sehat.

Tidak jauh dari kandang ayam, ada dapur dari tanah sebagai alat masak. Emiti menggunakan kayu bakar untuk memasak makanan bagi keluarganya.

Kepala Desa Sidamulya, Hadi Darnoto, membenarkan keluarga Emiti adalah keluarga termiskin yang ada di desanya. Keluarga ini selalu diperhatikan oleh pemerintah desa karena memang kondisinya sangat memprihatinkan.

“Ini jadi perhatian kita, termasuk dari masyarakat. Untuk makan juga banyak dibantu oleh warga sekitar. Karena keluarga ini memang paling miskin dan lemah ekonominya,” kata Kades Sidamulya saat ditemui.

Kades juga sangat menyayangkan terhadap puskesmas yang tidak memberikan pelayanan kesehatan terhadap salah satu warganya hingga meninggal karena terkena muntaber. Padahal, hampir semua petugas di puskesmas ini sudah mengenal keluarga Emiti. (***)

Loading...
Loading...