Selasa | 19 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Penumpang Lion Pingsan di Kabin, Meninggal Dalam Perjalanan ke Rumah Sakit, Ini Penyebabnya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palembang – Duka menyelimuti keluarga Rita Eviyanti (56) penumpang Lion Air yang meninggal sesaat setelah landing di bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Rabu, 27 Desember 2017.

Saat akan landing Rita yang tidur sedari awal berangkat sempat dibangunkan oleh sang anak M. Afrizal setiadi, namun saat itu tidak ada tanda-tanda, sehingga Afrizal memanggil kru maskapai untuk ditindak lanjuti.

Loading...

Saat diperiksa almarhum masih hidup namun kondisi nadinya sangat lemah.

Begitupun saat landing kru pesawat yang sebelumnya telah mengabari pihak bandara SMB II langsung memberikan instruksi kepada petugas di darat untuk menyiapkan kendaraan.

Sesaat setelah landing almarhum langsung dilarikan oleh pihak Angkasa pura ke rumah sakit Myra Palembang.

Yesi yang merupakan menantu dari almarhum mengaku, keputusan pihak bandara sudah sesuai prosedur, pertolongan pertama sempat diberikan ketika menuju rumah sakit.

Loading...

Hanya saja ia menyayangkan dokter bandara tidak ada di tempat.

Almarhum yang menumpang pesawat Lion Air JT 143 dari Pangkal Pinang dengan tujuan Palembang mendarat di Bandara SMB II sekitar pukul 20.10 WIB.

Sebelumnya Rita dan anak cucunya pergi berlibur ke pulau Bangka.

“Ya memang kami pergi berlibur sejak hari Jumat, lalu semalam balik, tidak ada keluhan sebelumnya,” ujar Yesi.

Haris, Manager Lion Air area Sumbagsel ketika dikonfirmasi, Kamis, 28 Desember 2017 membenarkan ada penumpang maskapai berlogo singa tersebut yang meninggal.

Menurutnya penumpang tersebut dalam keadaan pingsan ketika mendarat di SMB II, kemudian petugas membawa menggunakan ambulan ke rumah sakit.

“Setelah diperiksa dokter di rumah sakit ternyata penumpang itu telah meninggal dunia. Kemudian kami menanyakan penyebabnya kepada dokter katanya almarhumah ada riwayat sakit gagal ginjal,” kata Haris.

Menurut Gaya (45) adik kandung almarhum, kakaknya tersebut memang memiliki riwayat penyakit gagal ginjal dalam setahun belakangan.

Bahkan, ia sudah sering melakukan cuci darah 2 kali dalam seminggu di RS Siti Khodijah.

Tidak ada firasat sebelum kejadian tersebut hanya saja dalam seminggu terakhir terutama sebelum kakaknya berangkat berlibur.

Kakaknya begitu semangat bukan seperti orang yang sakit.

“Ya seminggu terakhir almarhum terlihat lebih semangat dari biasanya, kayak bukan orang yang sakit,” ujarnya.

Bayuh Iswantoro Kepala cabang PT Angkasa Pura II yang dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan kejadian tersebut.

Namun saat dikonfirmasi soal dokter yang berjaga di Bandara SMB II ia enggan menanggapi

“Iya benar memang ada yang meninggal, tentu pihak Angkasa Pura sudah menyiapkan sesuai prosedur yang ada. Namun, untuk masalah dokter saya tidak bisa memberikan statement karena bukan kewenangan saya,” tutupnya. (***)

sumber: sripoku.com

Loading...
Loading...