Sabtu | 05 Desember 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Setnov Bakal Dijerat Kasus Pencucian Uang, Ini Kata KPK

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang menjerat Ketua DPR RI nonaktif Setya Novanto dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Namun, hal itu bisa dilakukan selama penyidik menemukan bukti kalau Novanto menyembunyikan sejumlah aset dari korupsi KTP-el.

“Sepanjang ditemukan bukti-bukti yang cukup misalnya ada dugaan penyamaran sejumlah aset atau uang yang diduga berasal dari kejahatan kalau itu ditemukan nanti kita cermati,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 20 Desember 2017.

Loading...

Meski punya peluang menjerat Novanto dalam pasal pencucian uang, Febri mengakui saat ini pihaknya sedang fokus menuntaskan tiga kasus yang berkaitan dengan terdakwa KTP-el tersebut. Tiga kasus itu yakni pokok perkara KTP-el, merintangi penyidikan dan terakhir memberikan keterangan palsu atau tidak benar selama persidangan.

“Sekarang kita belum melakukan proses hukum terhadap dugaan TPPU, setidaknya dari proses penyidikan kami masih memproses tiga jenis tindak pidana,” ujar dia.

Febri masih enggan berkomentar soal seberapa besar peluang Novanto ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang. “Apakah nanti akan diproses TPPU, saya kira KPK tidak bisa mengatakan iya atau tidak,” pungkas Febri.

Baca: KPK Periksa Sejumlah Pihak Terkait Dugaan Merintangi Kasus Novanto

Loading...

Novanto didakwa bersama-sama sejumlah pihak melakukan intervensi dalam proyek KTP-el tahun 2011-2012. Selain itu, dia yang saat itu masih menjabat Ketua fraksi Partai Golkar juga, didakwa terlibat dalam korupsi pengurusan anggaran proyek KTP-el.

Dalam surat dakwaan, Novanto disebut sengaja membeli perusahaan yakni PT Murakabi Sejahtera, salah satu anggota konsorsium penggarap KTP-el untuk menguasai proyek tersebut.

Sementara itu, pada persidangan perkara KTP-el dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, sejumlah keluarga Novanto juga disebut ikut terlibat dalam kasus megakorupsi ini.

Mereka yang disebut adalah istri Novanto, Deisti Astriani Tagor serta kedua anaknya yaitu Reza Herwindo dan Dwina Michaela. Dalam persidangan itu, keluarga Novanto disebut sebagai pemilik PT Mondialindo Graha Perdana.

PT Mondialindo adalah pemilik saham terbesar PT Murakabi Sejahtera, salah satu peserta lelang proyek KTP-el. Kemudian, Dwina Michaella tercatat sebagai salah satu komisaris dari PT Murakabi sedangkan Rheza Herwindo tercatat sebagai petinggi PT Mondialindo. (***)

sumber: metrotv.com

Loading...
Loading...