PARIWISATA

Lewat Ngobras Cantik, “Pariwisata Harus Didukung Oleh Berbagai Sektor, Seperti Budaya, Ekonomi, Sosial, dan Pendidikan

Jumat | 12 Januari 2018 | 16:48

MEDIAKEPPRI.CO.ID, Bandung – DEMI memperkenalkan potensi kepariwisataan yang mendongkrak wisatawan ke Kabupaten Bandung, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung, menggelar kegiatan bertemakan Ngobrol Bareng Disparbud sambil Canda Tawa dan Akustik (Ngobras Cantik) di Taman Parbud Komplek Perkantoran Pemkab Bandung, Jumat 12 januari 2018.

Kegiatan tersebut melibatkan seluruh Perangkat Daerah dalam rangka mengkolaborasikan programnya bersama.

Kepala Disparbud Kabupaten Bandung, Agus Firman Zaeni mengatakan, pada kalender even pariwisata yang telah disusun, harus dilakukan kolaborasi untuk menginventarisir potensi-potensi program unggulan perangkat daerah, kecamatan dan desa.

“Kami akan inventarisir potensi program yang sekiranya bisa menjadi even unggulan di tahun 2018 ini. Bukan saja bisa mendongkrak wisatawan, kolaborasi ini akan juga memajukan segala sektor,” ujar Agus Firman usai kegiatan.

Selain promosi pariwisata melalui program setiap perangkat daerah, kata Agus, diharapkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bandung juga menjadi ‘tourism agent’. Dengan menggali, merasakan, memperkenalkan sekaligus mempromosikannya ke dunia luar.

“Melaui program perangkat daerah masing-masing, agenda kepariwisataan bisa diperkenalkan. Apalagi kita sudah punya Gedong Budaya Sabilulungan, bisa dimaksimalkan dengan penggunaan yang sesuai Perda, yang tidak lama lagi akan disosialisasikan,” katanya.

Beberapa program unggulan yang telah disusun, lanjut dia, salah satunya program Hallo Bandoeng Netherland Amateur Radio Fair, yang akan dimulai pada Maret mendatang sebagai even internasional, yang saat ini progresnya sudah berjalan.

“Berbagai even unggulan tahun ini, salah satunya kami akan merekonstruksi sejarah komunikasi antara Indonesia dengan Pemerintahan Kolonial Belanda, dan ini berlokasi di Kabupaten Bandung tepatnya di eks stasiun radio Malabar Gunung Puntang. Bukan saja mengingatkan sejarah, tapi akan menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat lokal, juga mungkin menjadi perhatian dunia,” ujarnya.

Agus berharap, seluruh potensi kepariwisataan selain meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk pemerintah, juga bisa menumbuhkan geliat perekonomian bagi pelaku usaha, sarana edukasi melalui kebudayaan lokal dan mampu meningkatkan derajat kebahagiaan masyarakat.

“Pariwisata harus didukung oleh berbagai sektor, seperti budaya, ekonomi, sosial, dan pendidikan. pariwisata merupakan indikator derajat kebahagiaan masyarakat. Sehingga, seluruh perangkat daerah yang memiliki kegiatan berkaitan dengan kepariwisataan, diharapkan bisa dikoordinasikan lebih lanjut,” harapnya.

Sementara itu, Sekertaris Disparbud Kabupaten Bandung, Cecep Hendrawan secara teknis menjelaskan, pada tahun ini pihaknya sudah mengagendakan beberapa even, di antaranya sebagai event pembuka yakni Sabilulungan Auto Modification Contest, Hallo Bandoeng Netherland Amateur Radio Fair, Jelajah Kopi, Cimenyan Festival, Venue Sport Tourism, Sabilulumpat Colour Run, Pasanggiri Mojang Jajaka, Gebyar Wisata, Ramadhan Fair, Majalaya Music legend, Bandung Kopi Festival dan yang besar lainnya.

“Venue Sport tourism yang ada di Jalak Harupat juga harus diperkenalkan untuk mendongkrak PAD, nantinya akan berkolaborasi dengan beberapa stakeholder dan vendor untuk memperkenalkan segala potensi yang ada di Kabupaten Bandung, salah satnya melalui olahraga,” ujar Cecep.

Cecep optimis, dengan dijalinnya kerja sama yang baik tentu saja tujuan untuk memajukan Kabupaten Bandung dari segi pariwisata bisa terdukung oleh semua pihak, terutama juga mengenai bagaimana generasi muda bisa paham, tahu, mencintai juga mampu meningkatkan animo berwisata dan melestarikan kebudayaan Kabupaten Bandung agar berdampak positif dan bermanfaat di masa depan. (***)

sumber: galamedianews.com

Editor :