NEWS

Kepala Dinas Pendidikan Tanggapi Pelajar yang Kena Rajia di Jam Belajar Sidik: “Jadi Ketika Media Mengekspos itu Malah Sip”

Jumat | 19 Januari 2018 | 11:09

MEDIAKEPRI.CO.ID, Blitar – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Blitar Mokhamad Sidik mendukung penuh razia penertiban Satpol PP ke pelajar. Dia mengatakan razia ini justru sebagai bentuk kepedulian masyarakat pada pendidikan generasi muda di Kota Blitar.

“Saya pikir itu malah bagus ya. Kita ini mengelola pendidikan harus dikeroyok bareng-bareng. Jadi UPTD lain juga ikut berpartisipasi. Dengan adanya razia pelajar, itu justru menguntungkan kami, karena ada pihak lain yang peduli dengan adik-adik kami,” kata Sidik dihubungi, Jumat 19 Januari 2018.

Menurut Sidik, pendidikan itu tidak hanya tugas satuan pendidikan. Melainkan juga tugas masyarakat, orang tua dan lingkungannya.

“Jadi ketika media mengekspos itu malah sip. Supaya anak-anak kita menjadi jera, sehingga kualitasnya lebih baik. Dengan begitu pendidikan juga semakin digarap banyak pihak,” paparnya.

Pelajar bolos, lanjut dia, sebenarnya memiliki masalah kompleks. Bisa jadi mereka memang tidak pernah pergi ke sekolah, bisa jadi tidak punya orang tua yang mengayomi di rumah dan lain sebagainya.

“Maraknya razia ini membuat orang tua juga lebih perhatian ke anak-anaknya. Masyarakat sendiri, kalau mengetahui pelajar bolos, ya boleh kan melaporkan ke Satpol PP,” tutur Sidik.

Yang jelas, pihaknya menyatakan siap dengan permintaan dewan untuk membuat peraturan kepala dinas pendidikan untuk meningkatkan kedisiplinan pelajar. Meski sekarang, sebetulnya sudah diterapkan tata tertib di setiap sekolah.

“Harus dipahami, anak-anak yang bolos itu bukan yang terjelek. Penanganannya harus arif dan bijaksana. Karena kalau salah bimbingan, mereka justru akan lari dan kita makin kesulitan ketika seorang anak lepas dari pengawasan,” pungkasnya.

Sidik berharap, peran serta semua elemen masyarakat, untuk membimbing mereka. Karena diusia pelajar, merupakan usia rawan masa pertumbuhan yang akan menentukan masa depan sebuah bangsa. (***)

sumber: detik.com

Editor :