Senin | 30 November 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

ALAMAK, Sudah Viral Beritanya Tapi Ini Tanggapan Advocate Corporate Lawyer Mengenai Kasus “Suster Suntik Mayat’

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – Keluarga Almarhumah Supariyah (67) meminta pertanggungjawaban Rumah Sakit Siti Khodijah di Taman, Sidoarjo karena dituduh telah lalai. Dengan kematian ibunda tercintanya, keluarga berharap pihak RS Siti Khodijah bertanggung jawab atas dugaan keteledoran yang dilakukan petugas rumah sakit.

“Pada saat ibu kami meninggal, kami langsung lapor ke polisi,” jelas Faisal Rizal (44), anak Supariyah kepada detikcom, Senin 29 januari 2018.

Loading...

Faisal mengatakan, tak lama setelah ibunya meninggal yang menurutnya akibat kelalaian pihak rumah sakit, dia langsung mendatangi Polsek Taman. Namun oleh Polsek Taman, Faizal diarahkan agar melapor ke Polda Jatim.

Faisal lantas menuju Polda Jatim di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Di sana, laporan Faisal diterima. Namun Faisal tak mendapatkan bukti Laporan Polisi (LP) dengan alasan laporan itu tak boleh dibawa.

“Dan saya tak sempat mempermasalahkan hal itu karena saat itu berbarengan dengan pemakaman ibu. Saya langsung pulang,” tandas Faisal.

Berdasarkan cerita Faisal, Supariyah meninggal pada Kamis 21 Desember 2017. Sebelum meninggal, perempuan 67 tahun itu mengeluhkan sakit kepala yang oleh keluarga Supariyah kemudian dibawa ke RS Khodijah, Taman, Sidoarjo pukul 05.30 WIB. Supariyah yang ditangani di ruang IGD mendapat suntikan kemudian dipersilakan pulang.

Loading...

Namun sesampainya di rumah Supariyah mengeluarkan keringat dingin hingga muntah. Keluarga membawanya kembali ke RS Khodijah Taman dan diputuskan harus rawat inap dengan penanganan oleh dr Hamdan, ahli saraf dan dr Zakaria, ahli penyakit dalam. Supariyah kemudian disuntik dan diinfus. Mulai dari pukul 17.00 hingga pukul 21.00 WIB, tidak ada satupun dokter yang memeriksa

Esok pagi, Faisal menanyakan ke petugas piket mengenai jadwal kedatangan dokter. Akhirnya pada pukul 12.30 WIB, dr Zakaria datang. Dari pemeriksaan saat itu, kondisi kesehatan sang ibunda dikatakan normal, hanya terdapat masalah gangguan syaraf.

Meski dinyatakan ada gangguan syaraf, namun dr Hamdan tidak kunjung memeriksa Supariyah. Keluarga menduga Supariyah diterlantarkan, padahal kondisinya kritis. Supariyah hanya diperiksa oleh suster yang bertugas. Bahkan pada Kamis 21 Desember 2017, sekitar Pukul 21.00 WIB, sang suster yang piket melakukan penyuntikan tanpa melakukan pengecekan terhadap pasien.

Ternyata saat disuntik, Supariyah sudah dalam keadaan meninggal. Keluarga mengetahui itu setelah memeriksa nadi di pergelangan tangan kanan dan kiri. Keluarga kemudian marah-marah kepada petugas piket dan dokter Hamdan yang kemudian videonya viral.

Advocate Corporate Lawyer Rumah Sakit Muhammadiyah Aisiyah se Jawa Timur, Masbuhin, yang mewakili RS Khodijah membantah RS Khodijah telah lalai menangani pasien. Masbuhin menyebut bahwa RS Khodijah sudah bertindak sesuai Standart Operation Prosedure (SOP), diagnosa yang benar, serta menjalankan prinsip-prinsip kedokteran yang benar dan etika kedokteran.

Masbuhin mengataka bahwa Supariyah menderita penyakit stroke infark atau stroke sumbatan dan meninggal karena cardiac arrest (serangan jantung). Mengenai isi video yang viral, Masbuhin berkomentar bahwa itu tidak benar.
(***)

sumber: detik.com

Loading...
Loading...