Jumat | 04 Desember 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Banyaknya Order Jebakan dan Aksi Sweeping, Sopir Taksi Online Ngadu ke Wali Kota

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banjarmasin – Mendukung sopir angkot taksi kuning, perwakilan sopir taksi online pun menemui Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Selasa 9 Januari 2018.

Itu berkenaan dengan pernyataan Wakil Wali Kota Hermansyah. Katanya, sebelum peraturan gubernur keluar Februari, maka taksi online tak boleh beroperasi di Banjarmasin

Loading...

“Pernyataan Wakil Wali Kota, dampaknya luar biasa. Mohon pernyataan Wakil Wali Kota dicabut. Banyak razia dari para sopir angkot kuning polos ke sopir taksi online, seperti di kawasan Terminal Pal 6. Hari ini, banyak order jebakan dari sopir angkot,” ungkap
Achmad Basuki, Ketua Driver Online Community Kalsel saat menemui Wali Kota Ibnu Sina. Dia didampingi Davidtos Adhadi, penasihat di grup sopir Grab Community dan Fachrul Rozie penasihat Community Grabcar Borneo (CCB).

Dijelaskannya, pernyataan Wakil Wali Kota diterjemahkan sopir angkot kuning polos bahwa taksi online tak boleh beroperasi dan melakukan razia.

Padahal, pernyataan Wakil Wali Kota itu meminta catat nomer pelat nomor taksi online dan laporkan ke pihak kepolisian. Akhirnya di lapangan, para sopir angkot kuning polos melakukan razia di lapangan.

“Kami menerima order jebakan dari Jembatan Merdeka ke Pasar Antasari. Kami tak tahu yang terjadi di sana. Order jebakan pernah banyak kami terima di bandara. Di bandara, kami dirazia sopir konvesional,” katanya.

Loading...

Menurut Basuki, pihak yang berhak merazia taksi online adalah aparat lalu lintas. Kalau dibiarkan aksi razai, dikuatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan. (***)

 

sumber: tribunnews.com

 

Loading...
Loading...