Minggu | 29 November 2020 |
×

Pencarian

NATUNA

Diduga Karena Ketakutan, Oknum PNS Ini Telan 3 Paket Sabu, Ya Innalillahi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) ini mungkin sudah sadar jadi target sasaran pihak kepolisian yang konsisten memberantas peredaran gelap narkoba. Sehingga, ia ketakutan dan melakukan hal yang konyol dan susah diterima akal sehat.

Ar, oknum ASN itu harus meregang nyawa setelah menelan tiga pake sabu. Hal ini dilakukannya setelah dirinya akan digerebek oleh Satuan Narkoba Polres Natuna di kediamannya, Jumat, 5 Januari 2018 sekitar pukul 16.00 WIB.

Loading...

“Saat digerebek, yang bersangkutan kalap dan mencoba menghilangkan barang bukti dengan cara menelan sejumlah paket sabu-sabu,” jelas Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto yang diamini Kasat Narkoba, AKP Ramlan Chalid.

Nugroho Dwi Karyanto SIK menjelaskan, Satuan Reserse Narkoba Polres Natuna beberpa hari sebelum penangkapan, mendapat info kalau yang bersangkutan, mengedarkan dan mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu yang akhir-akhir ini marak beredar di tengah-tengah masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

“Anggota melakukan penyamaran dan pengintaiaan, ternyata benar yang bersangkutan mengedarkan sabu-sabu,” jelas orang nomor satu di jajaran Polres Natuna ini.

Setelah ditangkap, beberapa saat sampai di Sat Narkoba, bahkan Ar belum mulai diintrogasi, tiba-tiba tubuh PNS ini mulai kejang-kejang.

Loading...

“Dia kejang-kejang, mulutnya berbusa, saat itu dia bari bilang ada nelan sabu-sabu,” ungkap Nugroho.

Melihat hal tersebut, polisi langsung melarikannya ke RSUD Natuna, para medis berusaha mengeluarkan tiga paket sabu-sabu yang diakui ditelannya.

“Tapi dari tiga paket yang diakuinya ditelan, hanya dua paket yang utuh, sedangkan satu paket lagi sudah kosong, kantongnya sudah kosong saat keluar dari perut,” lanjut Nugroho.

Tindakan medis terus dulakukan agar membersihkan perut Ar dari narkoba yang telah ditelannya.

Namun nasib berkata lain, sekitar pukul 04.00 subuh Sabtu, 6 Januari 2018, nyawa Ar tak dapat diselamtkan lagi. Ia meninggal dunia di atas ranjang rumah sakit tersebut.

”Diakui ada info polemik tentang kematian Almarhum Ar yang dianggap keluarga tidak wajar, dan hal itu sangat saya mengerti, maka kita serahkan kepada yang berwenang pihak RSUD Natuna dalam ahlinya untuk mengeluarkan hasil Visum pada Senin, 8 Januari 2018,” tutup Kapolres. (kmg)

Loading...
Loading...