Sabtu | 05 Desember 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

DOOR!! Warga Minta Ampun, Polisi Kabur dan Ahmad: Adik Saya Digotong kayak Karung Beras

MEDIAKEPRI.CO.ID, Garut – Warga Kampung Padesan RT 2/9 Desa Karangpawitan, Kecamatan Karangpawitan, Acep Supriadin (25) menjadi korban penembakan oleh oknum polisi pada Selasa malam 16 Januari 2018 sekira pukul 21.30 WIB.

Acep yang ditembak oleh oknum kepolisian ini, diketahui tengah bermain adu muncang (kemiri) bersama sejumlah warga lainnya.

Loading...

Berdasarkan keterangan petugas, adu muncang yang dilakukan oleh Acep bersama lainnya diduga mengandung unsur perjudian, sehingga lima orang polisi datang dan langsung mengeluarkan tembakan peringatan.

“Waktu kejadian saya lagi di rumah, terus mendengar suara tembakan dan orang-orang yang berkata minta ampun,” kata kakak korban, Ceng Ahmad (45) di lokasi kejadian, Rabu 17 Januari 2018.

Menurut Ahmad, adiknya bersama 10 orang lainnya tengan bermain adu muncang di lapang yang berada di depan rumah , saat ia keluar, ia melihat adinya sudah terkapar dan digotong oleh oknum polisi.

“‎Adik saya digotong kayak karung beras, saya tanya ke polisi, mereka menjawab mau dibawak ke klinik,” katanya.

Loading...

Saat itu dirinya merasakan ada kejanggalan, pasalnya darah yang mengalir pada badan Acep tidak seperti orang terjatuh‎.

Merasa keadaan tidak sama dengan apa yang dilontarkan oknum polisi tersebut, Ahmad pun sempat bersitegang dengan polisi, hingga warga berhamburan keluar menuju lokasi kejadian.

“Saat warga berkerumun, polisi tersebut langsung kabur dan kami sekeluarga langsung membawa adik saya ke klinik meski tahu tidak bernyawa,” ujarnya.

Ahmad mengatakan, permainan yang dilakukan oleh korban ini diakui Ahmad untuk menghilangkan penat dan lelah saja.

“Memang adu muncang ini pakai uang, tapi cuma 5 ribu,” katanya.

Penggerebekan yang dilakukan oleh polisi ini tidak diketahui oleh RT dan RW, Ahmad mengatakan, setelah dilakukan tembakan peringatan sebenarnya warg telah meminta ampun kepada polisi tersebut.

‎”Makannya kami minta autopsi dahulu,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...