Sabtu | 21 November 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

“Hahaha Kapok Kau Bule, Kau Kira Kau Dianggap Dewa kalau Bertingkah Seperti Setan,” Tanggapan Netizen Soal Pengendara Motor Sewaktu Melindas Bule yang Berjemur di Gang

MEDIAKEPRI.CO.ID – Sebuah video menjadi viral di Facebook, isinya tentang dua pria bule yang sedang berjemur di tengah gang, namun dilindas pengendara motor.

Pada video yang viral itu, terlihat dua wisawan itu berjemur di tengah gang melintang hingga menjalani pengguna jalan.

Loading...

Tampak, di tangan keduanya memegang botol minuman.

Pada video berdurasi 9 detik ini, dua warga mengendarai motor kesulitan melintas.

Saat dua pengendara motor mau melintas, kedua wistawan tersebut cuek dan terus berjemur di tengah jalan.

Salah satu pengendara nekat menggilas salah satu wisatawan tersebut.

Loading...

Bule itu kaget dan langsung bangun.

Pengendara tadi berlalu begitu saja tanpa memedulikan wisatawan tersebut.

Video ini dibagikan akun Facebook Bali & Nusa Tenggara.

Namun, setelah ditelusuri, pertama kali diunggah oleh akun Facebook Bo Gerster pada 5 November 2017.

Video itu dibagikan 14 ribu lebih dan ditonton sekitar satu juta kali.

Peristiwa ini terjadi di Gang Sorga, Legian, Kuta, Bali. Namun video ini menjadi viral di awal 2018.

Beragam komentar datang dari netizen. Umumnya mengecam aksi kedua wistawan ini yang seenaknya tidur di jalan dan mengganggu kenyamanan warga.

“Bule sudah berani mengganggu ketertiban umum..Ditegur saja secara baik-baik, beretika di Bali,” kata pemilik akun Nyoman Rantau Nyoman.

“Hahaha kapok Kau Bule..Kau kira kau dianggap dewa kalau bertingkah seperti setan,” timpal pemilik akun Suarna Cahyana.

Sementara itu, wakil ketua DPD Perhimpuan Hotel dan Restoran (PHRI) Bali, Anak Agung Adhi Ardana menyayangkan adanya peristiwa ini. Menurutnya, persitwa seperti ini merupakan dampak dari pariwsata masal.

“Akibat pariwisata masal dan persaingan harga menjadikan Bali juga ada sebagian berkategori murah. Dan, akhirnya tentu wusatawan yang berkunjung pada segmen ini adalah termasuk level masyarakat golongan ke bawah di negaranya,” kata Ardana, Senin 29 Januari 2018.

Turis pada segmen ini biasanya datang dengan kebiasaan-kebiasaan yang menganggap Bali sebagai pemuja wisatawan.

Ardana berpandangan hukum harus ditegakkan baik kepada warga maupun wistawan.

Pemandangan wisatawan yang ugal-ugalan dan melanggar aturan di jalan seperti menjadi pemandangan lazim. Misalnya, mereka mengendarai motor tanpa mengenakan helm dan berpakaian tidak pantas.

“Aparat penegak hukum harus tegas karena akan membawa dampak bagi masyarakat sebagai contoh yang tidak baik,” kata Ardana. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...