Rabu | 27 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Kejam! Hanya Karena Diolok-olok Belum Nikah, Lelaki Ini Tega Bunuh Ibu Hamil 8 Bulan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Garut – FN (28), tega menghabisi nyawa Iis Aisyah (31), ibu hamil 8 bulan dengan cara mencekik dan menginjak-injak lehernya hingga tewas karena merasa sakit hati karena diolok-olok belum menikah.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan, aksi pembunuhan keji tersebut terjadi, Jumat, 19 Januari 2018 lalu di Kampung Pasirjongge, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut.

Loading...

Menurut Budi, kronologis kejadian tersebut berawal ketika sehari sebelumnya, tersangka FR hendak pergi menemui neneknya. Saat melintas di depan rumah korban, korban yang saat itu tengah duduk di depan teras rumahnya menyapa tersangka dan mengatakan agar tersangka segera menikah.

“Geura kawin era ku batur, batur mah geus boga budak anu dua anu tilu, ari maneh teu kawin-kawin,” ujar Budi saat ekspose di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Senin, 29 Januari 2018.

Setelah dikatakan seperti itu oleh korban, terang Budi, tersangka FR pun lalu pergi menuju rumah neneknya dan langsung menunaikan solat maghrib di mushola yang ada di sekitar rumah neneknya.

Namun, lanjut Budi, rupanya ucapan yang dilontarkan oleh korban yang dianggap hinaan itu terus membekas di hati FN, sehingga ia pun merasa sakit hati dan merencanakan untuk menghabisi korban yang dinilainya telah berkali-kali menghina dirinya dengan ucapan yang sama.

Loading...

“FN pun kemudian berpura-pura bertamu ke rumah korban. Saat korban masuk ke dalam kamar untuk menyimpan al-quran, FN mengikuti dan mendorong tubuh korban hingga jatuh tersungkur ke atas ranjang,” ucapnya.

Selanjutnya, lanjut Budi, tersangka FN mencekik leher korban dengan sekuat tenaga dan menggigit jari telunjuk korban hingga terluka dan mengeluarkan darah karena saat itu korban berusaha berontak dan melakukan perlawanan.

Diungkapkan, untuk memastikan korban sudah tidak berdaya akibat cekikan tersebut, tersangka pun menginjak leher korban hingga tidak bernafas dan bergerak lagi.

“Setelah dipastikan korban meninggal dunia, tersangka pun menutup wajah korban dengan handuk, lalu mengambil uang sebesar Rp 800 ribu dan sebuah handphone jenis nokia warna abu,” tuturnya.

Budi menambahkan, kasus pembunuhan ini sendiri terungkap setelah pihaknya melakukan autopsi dan olah tempat kejadian perkara, dimana penyidik menemukan barang bukti berupa sandal dengan bercak darah serta potongan rambut yang menempel.

“Sandal tersebut ditemukan penyidik di kediaman paman tersangka, dan diketahui bahwa ketika kejadian pembunuhan terjadi tersangka sudah tinggal di rumah pamannya itu,” ucapnya.

Setelah itu, ucap Budi, pihaknya pun berupaya mencari keterangan dari sejumlah saksi. Dan diketahui setelah kejadian ribut-ribut di rumah korban, saksi melihat sepeda motor warna hitam keluar dari arah rumah korban namun pengendaranya tidak diketahui.

“Saat itu saksi melihat pengendaranya menggunakan sweater warna hitam, dan dikemudian hari diketahui motor tersebut milik paman tersangka yang dipinjam ketika hendak mengunjungi rumah neneknya,” jelas Budi.

Dengan dasar petunjuk tersebut dan keterangan sejumlah saksi, terang Budi, penyidik pun berkeyakinan bahwa pelaku pembunuhan disertai dengan pencurian adalah FN. Namun saat pelaku sudah diketahui, ternyata tersangka sudah melarikan diri ke Jakarta.

“Dan satu minggu kemudian, salah seorang warga Singajaya mengaku sempat bertemu tersangka FN tiga hari sebelumnya di kawasan Terminal Kampung Rambutan Jakarta,” ujarnya.

Dengan dipimpin langsung Kasatreskrim, ucap Budi, Jumat, 26 Januari 2018, tim Satrekrim Polres Garut pun meluncur ke Jakarta untuk menjemput tersangka, namun keberadaan tersangka di Kampung Rambutan nihil. Berdasarkan informasi dan penyelidikan lebih intensif, diketahui bahwa tersangka sudah berpindah ke Termimal Kalideres Jakarta Barat.

“Dan pada Sabtu, 27 Januari 2018, tersangka berhasil diamankan di depan pintu air 2,” ujarnya.

Dituturkan, pada saat hendak dilakukan penangkapan, tersangka FN sempat berusaha melarikan diri hingga akhirnya diambil tindakan tegas dengan melumpuhkan tersangka dengan cara menembak kaki kirinya.

Saat ini, terang Budi, tersangka sudah dibawa ke Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang telah dilakukannya.

Selain tersangka, pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya satu sepeda motor,‎ satu bantal, sendal jepit, lap kain, dan satu buah daster.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP lebih subsider 365 ayat 1, 2 (1e), dan 3 KUHP dengan ancaman kurungan seumur hidup,” katanya.

sumber: galamedianews.com

Loading...
Loading...