Sabtu | 16 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Kenapa Harga Daging Sapi Lokal Lebih Mahal Daripada Daging Sapi Impor? ini Penyebabnya

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kebijakan harga eceran tertinggi (HET) yang diterapkan pemerintah untuk komoditas beras dan daging sapi nyatanya tidak efektif menurunkan harga.

Harga rata-rata daging sapi di pasaran antara September 2016 hingga September 2017 mencapai Rp 115.708 atau 17,53 persen lebih mahal daripada HET untuk daging sapi segar dan 43,97 persen di atas HET untuk daging sapi beku.

Loading...

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi mengatakan, HET menjadi tidak realistis dan sulit dipertahankan, terutama bagi importir swasta skala kecil yang harus berurusan dengan proses lisensi impor yang panjang, dan juga bagi pedagang eceran yang harus menanggung biaya tinggi akibat proses distribusi panjang. Kebijakan itu tidak menunjukkan adanya keberpihakan terhadap usaha kecil.

“Kebijakan ini justru menguntungkan para importir dan pedagang ritel berskala besar yang memiliki koneksi politik dengan Bulog dan Kementerian Pertanian. Koneksi ini memudahkan mereka untuk melewati berbagai persyaratan impor dengan mudah dan memotong proses distribusi,” paparnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu 24 Januari 2018.

Keadaan tersebut dapat menciptakan persaingan yang tidak sehat dan bisa mendistorsi harga daging sapi. Pengalaman yang bisa diambil Indonesia dari penerapan kebijakan HET di Serbia dan Ethiopia adalah kebijakan berpotensi memaksa produsen untuk mengurangi hasil produksi dan membuka kemungkinan para distributor menimbun pasokan untuk menghindari kerugian.

“Ketika jumlah pasokan sedikit, konsumen dihadapkan pada terbatasnya pilihan dan akhirnya membuka peluang bagi mereka untuk beralih ke pasar gelap yang menjual daging sapi dengan harga yang lebih tinggi dari HET,” ujar Hizkia.

Loading...

Penerapan HET di Indonesia memiliki risiko serupa. Kalau biaya produksi dan distribusi lebih tinggi daripada HET, produsen berpotensi memutuskan untuk mengurangi hasil produksi, sementara distributor bisa saja memilih untuk menimbun pasokan mereka supaya terhindar dari kerugian.

Untuk itu, CIPS mendorong pemerintah untuk t idak ragu membuka pintu impor daging sapi. Rantai distribusi daging sapi impor yang lebih pendek membuat harga daging sapi impor jauh lebih murah daripada harga daging sapi lokal. Daging sapi impor melewati tiga sampai empat pelaku distribusi sebelum sampai ke konsumen, sementara daging sapi lokal harus melewati tujuh sampai sembilan pelaku distribusi.

“Menyediakan akses untuk daging sapi berkualitas dengan harga terjangkau akan memudahkan masyarakat, terutama masyarakat miskin. Tingginya harga daging sapi menyebabkan banyak hal, salah satunya adalah stunting, keadaan di mana anak mengalami kurang gizi akut sejak berada di dalam kandungan,” demikian Hizkia. (***)

sumber: rmol.co

Loading...
Loading...